Cinta Tanpa Restu Orang Tua | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Cinta Tanpa Restu Orang Tua

257 kali dilihat

Rasa cinta kadang nggak ngerti akan datang kepada siapa, untuk siapa dan dengan cara yang bagaimana. Tiba-tiba saja dia datang, dan nemplok dihati kita. Setelah itu, hari-hari kita jadi terasa lebih indah. Kita juga jadi lebih semangat melakukan banyak hal. Asyik banget, ya nggak sih?

Dan semua orang yang jatuh cinta pasti berharap bisa menikah dengan orang yang dicintainya. Tapi ada kasus diluaran sana dimana orang tua mereka ternyata punya pertimbangan lain tentang seseorang yang dicintai oleh anak-anak mereka tersebut. Ujung-ujungnya para orang tua itu memberikan lampu merah alias melarang anak-anak mereka untuk melanjutkan kisah cinta itu ke arah yang lebih serius yaitu pernikahan.

Trus apa yang kudu dilakukan jika hal itu terjadi pada diri kita?

Kawan, yang pasti satu hal harus kita tahu bahwa, nggak ada orang tua yang baik yang nggak pengen anak-anaknya mendapatkan hal yang lain kecuali kebaikan. Mereka lengkap dengan pengalaman hidup mereka, pastilah juga punya pertimbangan tersendiri sampai mereka melarang ini dan itu. Sekali lagi, tujuannya adalah demi kebaikan kita. Dan hal itu harus kita hargai.

Masalahnya adalah versi mereka mungkin beda dengan pikiran kita. Jadi enaknya gimana, dong? Ya ngomong. Komunikasikan semua dengan baik dan sopan. Netralkan dulu hati kita, agar gampang juga bagi kita buat menerima nasehat dan membuat pertimbangan bila ternyata nasehat itu adalah baik untuk kita. Secara, kadang kita susah menerima nasehat karena hati kita udah kadung di kuasai oleh rasa. Rasa yang biasanya disebut dengan cinta buta.  

Menikah bukan perkara main-main dan sepele saja, kawan. Memang butuh pertimbangan yang matang, karena hal itu adalah hubungan seumur hidup alias untuk selamanya. Cinta memang penting, kawan. Tapi nggak selalunya jadi nomor satu dan yang kita utamakan. Jadi apapun pertimbangan orang tua, apalagi jika sampai menolak pilihan kita atas seseorang, memang harus kita pertimbangkan juga dengan baik.

Tapi, kalau ternyata hati kita menolak, dan malah marah dengan orang tua, konsultasi langsung saja dengan Allah yang Maha kuasa. Dia yang Maha Mengetahui segalanya, termasuk masa depan kita kelak. Konsultasikan semua pada Allah, dan InshaAllah nanti Dia akan memberikan petunjuk pada kita.

Jangan lupa tetap bersikap baiklah kepada kedua orang tua. Namanya anak dan ortu berselisih atau nggak sama pendapat itu sih biasa. Yang nggak biasa adalah yang lantas karena itu si anak atau orang tua jadi seperti orang lain, karena saling bermusuhan.

Pernikahan itu kebahagiaan, kawan. Seharusnya juga membuat kita dan keluarga kita bahagia. Walaupun memang kita dengan kedua tangan kita nggak akan bisa membahagiakan semua orang, tapi paling nggak kita nggak menyakiti mereka dengan keputusan yang kita ambil. Apalagi urusannya sudah menyangkut orang tua, dimana restu mereka juga sangat penting, seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hr.at-Tirmidzi, al-Hakim, ath-Thabrani)

Jadi pertimbangkan lagi, pertimbangkan juga masukan orang tua, dan konsultasikan banyak-banyak kepada Allah Ta’ala tentang keputusan menyangkut pasangan seumur hidup kita itu. 

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE