Cara Bertayamum, Pengganti Air Sebelum Salat | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Cara Bertayamum, Pengganti Air Sebelum Salat

Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan bagi pemeluknya. Ajarannya begitu mulia, suci dan logis. Salah satunya adalah tentang hal bersuci. Dalam beberapa keadaan, mungkin akan sulit bagi kita untuk menggunakan atau menemukan air untuk berwudhu. Islam pun memberikan alternatif yang gampang dilakukan. Caranya yaitu adalah lewat bertayamum, menggunakan debu atau tanah. Sehingga orang–orang muslim bisa tetap terjaga ibadah mereka, dan selalu dalam keadaan suci.

Tayamum secara bahasa berarti berniat atau bermaksud. Sedangkan secara istilah artinya menggunakan debu atau tanah untuk mengusap wajah dan kedua telapak tangan dengan niat untuk melaksanakan salat dan ibadah lainnya. Tayamum dibolehkan ketika safar maupun ketika mukim. Hal ini seperti yang telah di firmankan oleh Allah Ta’ala di dalam Al-Quran, (yang artinya),

“Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci), usaplah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.” (QS. An Nisa’: 43).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam juga bersabda, (yang artinya) “Dan dijadikan debunya untuk kami sebagai alat untuk bersuci ….” (HR. Muslim).

Hijabers, ada beberapa sebab utama mengapa tayamum diperbolehkan. Diantaranya adalah sebagai berikut,

  1. Pertama, yaitu karena tidak didapatinya air, atau sumber air terletak sangat jauh.
  2. Kedua, bila kita memiliki luka atau sakita yang akan bertambah jika terkena air.3
  3. Ketiga, bila air yang tersedia sangat dingin dan sulit dipanaskan.
  4. Keempat, bila air yang ada diperlukan untuk minum dan kita khawatir kehausan.

Lalu bagaimana cara bertayamum? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kita tentang cara bertayamum, yaitu adalah sebagai berikut,

  1. Menetup telapak tangan ke debu sekali tepukan.
  2. Meniup kedua tangan tersebut.
  3. Mengusap wajah sekali.
  4. Mengusap punggung telapak tangan sekali.

Hal ini sesuai dengan tata cara yang ada dalam hadits ‘Ammar bin Yasir berikut ini,

Ada seseorang mendatangi Umar bin Al Khottob, ia berkata, “Aku junub dan tidak bisa menggunakan air.” ‘Ammar bin Yasir lalu berkata pada Umar bin Khottob mengenai kejadian ia dahulu, “Aku dahulu berada dalam safar. Aku dan engkau sama-sama tidak boleh salat. Adapun aku kala itu mengguling-gulingkan badanku ke tanah, lalu aku salat. Aku pun menyebutkan tindakanku tadi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas Beliau bersabda, Cukup bagimu melakukan seperti ini.” Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dengan menepuk kedua telapak tangannya ke tanah, lalu beliau tiup kedua telapak tersebut, kemudian beliau mengusap wajah dan kedua telapak tangannya. (HR. Bukhari dan Muslim).



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top