Cadar Dan Diskotik Syariah | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Cadar Dan Diskotik Syariah

386 kali dilihat

Dengan sekilas melihat aja kita akan tahu kalau cadar, kerudung, jilbab, mukena dan ala-alanya itu adalah lekat dengan identitas para muslimah. Maka sudah seharusnya kita sebagai muslimah juga harus bisa menghormatinya. Kenapa begitu? Karena ternyata di luaran sana,  ada loh beberapa oknum yang mengakunya muslimah tapi demi sebuah sensasi, memakai beberapa barang-barang tersebut nggak pada tempatnya. Alhasil kemuliaan wanita berhijab dan bercadarpun akhirnya jadi ikut “turun level” dibuatnya.

Contoh, memakai pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya, tapi berjoget apalah-apalah sambil  berjingkrak-jingkrak di dalam diskotik, dengan dentuman musik yang menggelegar. Kawan, biar bagaimanapun dipaksakan, nggak akan mungkin sebuah diskotik akan berubah menjadi diskotik syariah, dimana kita bisa memakai pakaian syariah juga di dalamnya. Bahkan kalau kita mendengar kata “diskotik syariah”, reaksi pertama yang akan datang ke kita biasanya sih bakalan ngakak alias ketawa. Kenapa? Secara anak kecilpun tahu kalau diskotik dan sesuatu yang berbau agama itu, udah pasti berbeda banget. Ibarat antara barat dan timur, kiri dan kanan, minyak dan air. Kalau disatukan malah jadi “lucu”  jadinya.

Dijaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam dimana banyak wanita-wanita muslimah yang dijamin surga, mereka sangat menjaga yang namanya kehormatan dan harga diri mereka. Islam sangat dihormati dan punya “harga diri” yang sangat tinggi dan di tinggikan. Jadi orang yang berniat melecehkannya, pasti juga akan berpikir seribu kali sebelum melakukannya. Karena itulah, Islam akhirnya mencapai puncak kejayaannya.

Hal ini tentu sangat berbeda sekali dengan sekarang. Jangankan simbol-simbol Islam, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam pun banyak jadi bahan ejekan, bahkan ayat-ayat Allah Ta’ala pun juga dihina dan direndahkan. Tapi banyak dari kita yang justru masih diam, bahkan ikut menjadi pelaku dari semua tindakan rendah itu. Jadi apakah mungkin kalau seperti ini, Islam akan akan berjaya kembali?.

Ingatlah kawan, Islam bukan sekedar agama, bukan simbolis atau sekedar nama yang tertera di KTP atau kartu pelajar kita. Tapi Islam adalah jalan hidup yang bahkan sampai kita mati dan atau diakhirat nanti akan tetap jadi identitas kita.

Maka kalau kita mengaku sebagai muslimah, jaga juga konsekuensi kita sebagai muslimah. Jadilah muslimah yang all out, dan bukan yang justru menjatuhkan “level” kita sendiri sebagai seorang muslimah hanya demi sebuah sensasi, popularitas, pujian atau mengikuti saran dari manusia.  Jadilah muslimah yang tahu menempatkan diri dan bisa menghargai Islam sebagai agama kita. Jangan sampai kita malu dihadapan Allah nanti saat kita ditanya tentang pertanggungjawaban kita atas semua tindakan kita. Setuju?

 

(NayMa)

 

 



RELATED ARTICLE