DiaryHijaber
Buang Ghibah Jauh-Jauh, Ketahui Hal Berikut | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Buang Ghibah Jauh-Jauh, Ketahui Hal Berikut

Dapat kita bayangkan jika kita memakan-makanan seperti bangkai. Membuat kita mual, muntah, dan tidak enak badan. Ini seperti ibarat kita menceritakan keburukan orang lain. Sadar atau tidak Hijabers, kita sering kali tidak sadar tentang apa yang kita lakukan, tak terkecuali menceritakan keburukan orang lain.

Allah Subhanahu Wata`ala berfirman dalam Surat Al Hujurat ayat 12, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Islam sangat menghargai tentang kehormatan dan harga diri seseorang. Bahkan ketika kita mengatakan tentang kejelekan seseorang, dan hal itu sebenarnya benar sekalipun, Allah dan Rasul kita pun tetap melarangnya. 

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam pernah bertanya, "Tahukah kamu, apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Kemudian Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai." Seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (Hr. Muslim)

Hijabers, masih banyak hal yang lebih penting bagi kita untuk kita urusi. Masih banyak hal yang lebih bermanfaat bagi kita untuk kita lakukan. Jatah umur kita yang setiap hari semakin menipis, dosa-dosa kita yang semakin banyak, bekal akherat kita yang masih sedikit, dan lain sebagainya. Sebenarnya jika bukan karena penyakit hati yang bersarang di hati kita ini, maka fokus kita sudah cukup melelahkan untuk mengurusi semua kekurangan kita sendiri itu.

Lalu, apakah kita ingin terus menerus dalam keadaan ini Hijabers? Apakah kita tidak ingin menjadi hamba Allah yang lebih baik? Bukankah kita sama halnya manusia yang tidak sempurna seperti dia? Tidak inginkah kita ditutupi aib dan kekurangan kita oleh Allah? Jika iya, lalu mengapa kita sibuk menguak dan membicarakan kekurangan saudara kita? Bukankah kita juga sama tidak mengetahui siapa yang lebih baik di hadapan Allah, kita atau malah jangan-jangan dia?

Mari kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Karena kita tidak tahu sampai kapan waktu kita ini tersisa. Apa jadinya jika kita harus menghadap Allah dalam keadaan setelah mengikuti jamuan memakan bangkai bersama? Na'udzubillahimindzalik. Semoga Allah melindungi kita dari perkara buruk itu dan kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita sendiri yang tanpa sadar telah banyak menjahati diri sendiri dan orang lain. Wallahu’alam.

 

 

 



 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL




RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top