Belajar Sabar Dari Nabi Ayyub | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Belajar Sabar Dari Nabi Ayyub

442 kali dilihat

Sabar, sebuah kebaikan yang gede banget nilainya, tapi juga sekaligus susah banget pelaksanaannya. Namun diujung cerita kesabaran itu, bakal besar juga pahalanya, dan bakal membahagiakan juga akhirnya.

Saking gedenya pelajaran dan pahala dari sebuah sabar ini, maka Allah nggak cuma memerintahkan kita aja buat berlaku sabar. Tapi Rasul dan Nabi-Nabi terdahulu juga diperintahkan untuk melakukan hal yang sama. Mereka akhirnya berhasil melalui setiap ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah. Dan kitapun lalu di perintahkan oleh Allah untuk banyak-banyak mencontoh mereka. Firman Allah di dalam Al Quran, (yang artinya), “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-Rasul  yang telah bersabar.” (QS. Al-Ahqaf: 35)

Dan salah satu contoh dari teladan kita yang berhasil tersebut adalah Nabi Ayyub. Beliau kala itu begitu kaya, bahkan jumlah ternak yang dimilikinya saja sampai nggak ada yang bisa menandingi. Selain itu, beliau juga memiliki keluarga yang bahagia, dengan istri, anak laki-laki dan perempuan. Tapi beliau lalu diuji Allah dengan sebuah penyakit kusta, sampai-sampai tidak ada lagi orang yang mau mendekat kepada beliau kecuali istrinya. Badan beliau terslihat sangat-sangat kurus tanpa daging, hingga urat syaraf dan tulangnya pun sampai terlihat. Selain itu dikarenakan sebuah musibah, beliaupun akhirnya juga harus kehilangan semua harta dan anaknya.

Suatu saat istri beliau yang kala itu hampir menyerah selama merawat beliau, berkata “Wahai Ayyub andai engkau mau berdoa pada Rabbmu, tentu engkau akan diberikan jalan keluar" . Tapi dengan damai Nabi Ayyub pun menjawab, “Aku telah diberi kesehatan selama 70 tahun. Sakit ini masih derita yang sedikit yang Allah timpakan sampai aku bisa bersabar sama seperti masa sehatku yaitu 70 tahun.”

Beliau tetap dalam sabarnya menghadapi segala ujian dari Allah tersebut. Hati dan lisan beliau tetap “sehat”. Beliau malah semakin menambah dzikir dan doanya kepada Allah. Hingga setanpun menyerah untuk menggodanya, Karena Nabi Ayyub dengan damai malah berkata,“Segala puji bagi Allah. Dialah yang memberi, Dialah pula yang berhak mengambil.”

Kawan, sabar itu memang susah, berat banget dan nyesek bener deh. Apalagi kalau tingkatannya udah seperti Nabi ayyub yang harus mengalami hal tersebut selamabertahun-tahun. Tapi itulah hidup, kita dikasih cobaan oleh Allah agar kita bisa “naik kelas” menjadi orang yang lebih baik lagi. Dan kalau kita mau sabar, diakhir ceritanya nanti pasti akan ada pelajaran besar yang bisa membaikkan kita kalau kita berhasil melewati semua ujian itu.Seperti kebahagiaan yang juga akhirnya didapat oleh Nabi Ayyub, seperti yang tertulis di dalam Al Quran, (yang artinya), "Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Rabbnya: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83-84)

Kawan, semoga kita juga bisa melewati semua ujian hidup kita, apapun itu dengan tetap sabar dan bertawakkal kepada Allah. Semoga kita tetap bisa melakukan hal itu dengan bantuan dan kekuatan dari Allah yang di anugrahkan kepada kita. Karena sesungguhnya tiada daya dan kekuatan kecuali hanya milik Allah. Maka dari itu, yuk kita banyak-banyak memohon ke Allah agar diberikan selalu kemampuan dan kemauan buat bersabar, agar kita bisa menjadi pibadi yang lebih baik dari hari ke harinya. Aamiin.  

 

 (NayMa)


Artikel Terkait Lainnya..
Udahlah, Jangan Terlalu Baper!

RELATED ARTICLE