Begitu Besarnya Kasih Sayang Allah Ke Kita, Walau Bagaimanapun Bandelnya Kita | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Begitu Besarnya Kasih Sayang Allah Ke Kita, Walau Bagaimanapun Bandelnya Kita

290 kali dilihat

Maha suci Allah, Maha Besar dan Maha Pengasihnya Dia kepada kita. Dia sampai hari ini masih memberi kita kesempatan buat bernafas dan dengan tetap sehat bisa melanjutkan hidup kita di bumiNya ini, walau betapapun banyak kekurangan dan “kebandelan” kita kepadaNya.

Dia juga tetap memberikan waktu untuk kita bertaubat dan kembali kepadaNya, walaupun saat ini, di detik saat kita baca ini, mungkin kita lagi nggak yang ingat-ingat banget sama Allah Ta’ala, Robb kita. Tapi begitulah Maha Pengasihnya Allah, dia bahkan tetap menyayang dan mengasihi kita, biar gimanapun tingkah laku kita, kumplit dengan segala dosa dan kekhilafan kita.

Nggak ada yang lebih tulus ke kita, kecuali Allah. Nggak ada yang lebih perduli ke kita, kecuali Allah. Nggak ada yang lebih menyayang kita, melebihi kasih sayang dan cinta Allah.

“Dari Umar bin Al Khaththab RA berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa, sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu, dan segera menggendong, serta menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda, “Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami menjawab: Tidak, dan ia mampu untuk tidak melemparkannya. Lalu Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dengan begitu banyak kasih sayang Allah untuk kita sebagai manusia, tapi anehnya banyak dari kita justru bersikap mengingkari semua kasih sayang Allah itu dan lalu malah sibuk menuruti hawa nafsu kita sendiri. Kita juga bahkan banyak yang ragu tentang keberadaan Allah hanya karena kita nggak bisa melihatNya langsung dengan mata kita. Dan kita lalu bahkan secara nyata menyatakan banyak bantahan tentang yang berkaitan dengan Allah. Hal ini persis dengan yang telah tertulis di dalam Al Quran, (yang artinya), “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah” (QS. Al Kahfi: 54)

Astaghfirullahaladzim...

Kebanyakan kita juga nggak banyak yang bersyukur dan berterimakasih atas segala kasih sayang dan apapun yang telah diberikan Allah. Kita nggak ingat bahwa apapun yang kita dapat adalah hanya karena Maha Pengasihnya Allah, dan keselamatan juga yang kita rasakan adalah hanya karena kasih sayang Allah. Di dalam Al Quran disebutkan, (yang artinya),  “Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih. (QS. Al Israa': 67)

Nggak cuma itu aja, kita juga meragukan tentang Al Quran sebagai firman Allah. Dan salah satunya adalah menolak kebenaran tentang adanya hari kebangkitan. “Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya”. (Q.S. 30 : 8).

Tapi Allah lagi-lagi selalu menerima taubat kita walau gimanapun ingkarnya kita kepadaNya di masa lalu kita. Allah telah berfirman di dalam Al Quran, (yang artinya), “Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At Taubah: 104).

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110)

Maka sayang banget kalau kita masih nunda buat bertaubat apalagi pakai acara ingkar ke Allah setelah kita begitu disayang dengan sangat. Jangan tunggu sampai dosa kita makin numpuk dan kita melakukan pemborosan umur juga, atau bahkan nunggu sampai Allah marah, lalu hidup kita akhirnya akan nambah susah. Belum lagi gimana juga tentang pertanggungjawaban dari semua perbuatan kita dihadapan Allah nanti kalau kita tetap bandel kaya' begini, kawan?. Jadi akhirnya emang paling pas udah, kalau kita belajar buat taubat dan pindah haluan jalan hidup kita ke yang nurut aja dengan apa yang Allah udah perintahkan ke kita. Biar hidup kita jadi lebih tenang dan damai seperti yang banyak kita harapkan selama ini.

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54)

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE