Beginilah Jika Cinta Itu Karena Allah... | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Beginilah Jika Cinta Itu Karena Allah...

161 kali dilihat

Salman Al Farisi adalah sahabat Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal dengan kecerdikannya. Salah satunya adalah ketika dalam perang Khandaq, dimana ia mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekkah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin. Alhasil, dengan ijin Allah akhirnya dua puluh empat ribu pasukan musuh kocar kacir nggak karuan. Dan sejak itu nama Salman Al Farisi makin bersinar di kalangan Sahabat.

Suatu ketika Salman hijrah menuju kota Madinah. Disana, dia lalu bertemu seorang wanita muslimah Madinah dari kalangan Anshar yang membuatnya jatuh hati. Dia pun memantapkan hati untuk melamar wanita itu. Tetapi, ada hal yang masih mengganjal di hati Salman ketika hendak melamar, yaitu dia belum mengerti bagaimana adat melamar wanita di kalangan Anshar.

Salman Al Farisi pun kemudian mendatangi seorang Sahabatnya yang merupakan penduduk asli Madinah, yaitu Abu Darda’. Ia lalu menceritakan tentang  rencananya itu kepada Abu Darda’. “Subhanallah walhamdulillah”, ujarnya Abu darda’ dengan senang.

Setelah melakukan banyak persiapan, Salman Al Farisi  pun lalu mendatangi rumah gadis tersebut bersama Abu Darda’. Setelah sampai dirumah gadis tersebut, merekapun lalu bertemu orang tua wanita Anshar tersebut. “Saya datang mewakili saudara saya, Salman Al Farisi, untuk melamar putri anda”, kata Abu Darda’ menjelaskan maksud kedatangan mereka.

“Sebuah kehormatan bagi kami menerima sahabat Rasulullah Shallahu ‘alaihiwa sallam yang mulia. Sebuah kehormatan pula bagi keluarga kami jika memiliki menantu dari kalangan sahabat. Namun jawaban lamaran ini merupakan hak putri kami sepenuhnya. Oleh karena itu, saya serahkan kepada putri kami”, ujar ayah si gadis

Ibu wanita itu lalu menanyai putrinya. Dan sebentar kemudian dia lalu mewakili putrinya tersebut menjawab pinangan Salman Al Farisi. “Mohon maaf kami perlu berterus terang. saya ingin menyampaikan bahwa putri kami akan menjawab iya jika Abu Darda’ yang memiliki keinginan yang sama seperti Salman” Kata ibu si wanita tersebut.

Wanita itu ternyata mengidam-idamkan menjadi istri dari Abu Darda’. Padahal Abu Darda’ hanya sekedar diminta tolong melamarkan wanita yang dicintai oleh Salman al Farisi. Dengan kata lain, cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan.

Tapi lihatlah apa yang lalu dilakukan oleh Salman Al Farisi. Dia tidak lalu yang patah hati atau sakit hati. Dengan ketegaran hati yang luar biasa ia justru menjawab, “Allahu Akbar!”, seru Salman Al Farisi dengan gembira. Diapun lalu menawarkan bantuan untuk pernikahan keduanya. “Semua mahar dan nafkah yang aku persiapkan akan aku berikan kepada Abu Darda’. Aku juga akan menjadi saksi pernikahan kalian”, ujar Salman Al Farisi dengan kelapangan hati yang begitu hebat.

Kawan, kalau kita diposisi Salman, mungkin nggak kita juga melakukan hal yang sama? Entahlah, tapi seorang Salman, telah membuktikan bahwa kekuatan iman itu memang luar biasa. Iman yang akhirnya menguatkannya dan mengalahkan egonya sendiri serta menunjukkan ukhuwah islamiyah serta kecintaan kepada saudaranya se-aqidah. Dan akhirnya dia berhasil mempraktekkan sabda Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam, (yang artinya), “Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” (HR Bukhari)

Dan Salman Al Farisi juga telah memberikan contoh mulia kepada kita, bahwa persahabatan dan cinta karena Allah itu lebih kuat dari pada cinta kasih antara dua manusia yang sedang jatuh cinta. Dan sebagai sahabat, tidak boleh ada dengki atas kebahagiaan dan nikmat yang didapat oleh sahabatnya. Semoga kita bisa meneladani sosok Salman Al Farisi dan cintanya yan tulus hanya karena Allah.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE