Beberapa Zaman yang Akan Dilalui Umat Muslim | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Beberapa Zaman yang Akan Dilalui Umat Muslim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah menyampaikan kepada para Sahabat pernah bahwa terdapat lima pembagian zaman dalam Islam, yaitu, zaman kenabian, zaman para sahabat, zaman penguasa, zaman pemimpin yang diktaktor dan zaman dimana akan kembali seperti saat zaman para sahabat (HR Ahmad dan Baihaqi).

  1. Zaman kenabian

Sebelum datangnya zaman ini, kemungkaran dan kemaksiatan terjadi dimana-mana. Lalu datanglah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam yang mebawa cahaya Islam. Setelah itu Islam berjaya, serta dapat menguasai 2/3 dunia.

  1. Zaman Para Sahabat

Zaman ini terjadi ketika setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam wafat. Para Sahabat menggantikan posisi beliau dalam melanjutkan dakwah Islam. Masa KeKhalifahan di mulai oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, yang berlangsung selama 2 tahun. Setelah itu, dilanjutkan oleh Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu selama 10 tahun, lalu dilanjutkan lagi oleh Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu selama 12 tahun dan terakhir oleh Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu selama 6 tahun. Setelah Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu wafat, dilanjutkan putranya Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhu yang memegang kekhalifahan selama 6 bulan. Hasan mengundurkan diri pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 41 H.

  1. Zaman Penguasa

Pada fase ini, umat Islam dipimpin dengan pola Kerajaan Islam yaitu sejak tahun 40 H hingga tahun 1342 H atau sekitar 13 abad. Fase ini merupakan puncak Kejayaan Islam yang ditandai dengan berdirinya 3 Khilafah Islamiyah atau Kerajaan Islam Besar, yaitu,

  1. Dinasti Bani Umayyah. Di zaman ini hiduplah seorang pemimpin yang adil dan dicintai rakyatnya, yang bernama Umar bin Abdul Aziz.
  2. Dinasti Bani Abbasiyah. Di akhir zaman dinasti ini, banyak terjadi perebutan kekuasaan, dan penerusan kekuasaan dilakukan secara turun temurun. Hingga pada tanggal 3 Maret 1924 M, Majelis Nasional Agung yang berada di Turki menyetujui 3 buah undang-undang yaitu :  Menghapuskan KeKhalifahan, Menurunkan Khalifah, dan Mengasingkannya bersama Keluarganya. Maka sejak itulah umat Islam menjadi terpecah belah, dan pola kehidupan bermasyarakat serta bernegara pun akhirnya mengekor ala Barat.
  1. Zaman Pemimpin Diktator

Zaman ini ditandai dengan munculnya para Pemimpin Diktaktor setelah Perang Dunia II. Akhirnya rakyat kecil banyak yang ditindas, hukumpun bisa dibeli dengan harta, dan lain sebagainya. Selain itu, banyak keburukan dimasa Jahiliyyah kembali muncul kembali.

  1. Zaman dimana akan kembali seperti saat zaman para sahabat

Zaman inilah kelak Islam akan berjaya kembali, namun sekaligus akan menjadi tanda dari akhir dunia. Hal ini sudah menjadi ketentuan Allah seperti yang telah disampaikan melalui sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.

Kelak seorang Khalifah akan muncul untuk menegakkan kembali Kejayaan Islam, dan akan terjadi perang yang sangat besar sekaligus kematian Dajjal. Dan Islam kembali menyebar ke penjuru dunia, tentunya atas ridha Allah Subhanahu Wata’ala.

Seorang Khalifahpun akan memimpin umat Islam di seluruh dunia. Lalu siapakah Khalifah yang akah muncul tersebut? Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam pernah bersabda, “Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah Ta’ala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku. Namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR. Abu Dawud).

Dialah Imam Mahdi bernama Muhammad dan ayahnya bernama Abdullah. Beliaulah kelak sosok yang akan berhasil menyatukan umat Islam yang saat ini terpecah belah. Dan sehubungan dengan hal tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kita,  (yang artinya) “Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka berbai’atlah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak diatas salju.” (HR. Ibnu Majah).

Al-Mahdi didukung oleh pasukan Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam sebagaimana generasi awal umat Islam. Al-Mahdi juga akan mengibarkan Jihad fi sabilillah, memerdekakan negeri-negeri Islam yang dikuasai kaum Kafir, dan memimpin berbagai peperangan besar melawan Penguasa yang dimulai dari Jazirah Arab kemudian dilanjutkan ke negeri Persia melawan Penguasa dzalim.

Selanjutnya ia akan memimpin pula perang melawan Negeri Rum atau Eropa. Dan akhirnya Allah Ta’ala akan memberinya kemenangan dari semua peperangan tersebut.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top