Baper Itu Kudu! | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Baper Itu Kudu!

Katanya, hari gini kalau nggak baper, pasti bakal ketinggalan sama yang lain loh. Gimana nggak, tiap menit stok orang pintar pasti nambah. Tiap menit sesuatu yang baru juga muncul. Jadi nggak ada guna kita merasa kalau kita ini adalah yang paling “yess” alias udah yang paling oke. Karena itu, otomatis baper sangat kita butuhkan. Selain nambah percaya diri, baper juga akan membawa suasana lebih menyenangkan di hari-hari kita.

 

Eits, jangan bingung dulu ya, pemirsa. Baper yang ini beda dengan yang lainnya. Saat mereka yang alay sibuk dengan baper ala-ala nangis sendu-sendu romantis alias “bawa perasaan” itu, maka para pengikut kutub positif ini sibuk dengan “baper” yang lain, yang artinya “bawa perubahan” ke yang lebih baik tentunya.

 

Allah ‘Azza wa Jalla bahkan juga telah memerintahkan kepada kita untuk selalu membuat perubahan ke yang lebih baik, agar kita juga jadi lebih baik. Semua firmanNya itu tertulis dalam surat Al-Anfal dan Ar-Ra’d (yang artinya), “Demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Anfal: 53)

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (QS Ar-Ra’d: 11)

 

Jadi memang baper alias bawa perubahan itu perlu banget buat kita, pemirsa. Karena selain menguntungkan, kita juga akan semakin ngerti tentang diri kita sendiri. Gimana nggak, orang yang mau baper ini, pastinya bakal menjauhi sikap keras kepala. Dia akan dengan gampang legowo alias gampang berbesar hati nerima kekurangan dirinya sendiri, sehingga dia mau melakukan perubahan agar dirinya jadi lebih baik. Nggak heran kalau akhirnya dia juga akan lebih gampang berbahagia.

 

Orang yang mau baper ini juga termasuk orang yang cerdas dan pintar. Dia bisa beradaptasi dimanapun dia berada. Dia nggak kaku, membosankan dan monoton aja. Karena dia mengerti setiap jaman punya kebutuhannya sendiri. Setiap keadaan juga butuh penyikapan yang berbeda juga. Yang begini nggak berarti dia gampang berubah- ubah alias nggak konsisten atau labil. Orang yang mau berubah itu biasanya malah lebih kuat dalam memegang satu prinsip hidupnya. Namun dia bawa semua itu dengan asik, sehingga tidak terlihat kaku tapi malah membuat dia luwes dan gampang diterima semua orang.

 

Jadi kawan, kira-kira dimanakah posisi kita sekarang? berhenti di keadaan yang begini-gini aja, tanpa perubahan yang lebih baik dari hari ke hari atau memilih buat buru- buru berubah demi berubahnya hidup kita ke arah yang lebih baik? Semua keputusan akhirnya ada ditangan kita, karena setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Dan tugas seorang pemimpin yang nggak bisa di wakilkan adalah memutuskan. Jadi kenapa nggak, jika mulai sekarang kita putuskan yang terbaik buat diri kita agar kita juga jadi lebih baik kedepannya. Setuju?

 

(NayMa)

 

 



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top