DiaryHijaber
Awal Mula Permusuhan Iblis dengan Manusia | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Awal Mula Permusuhan Iblis dengan Manusia

Al-Quran adalah firman Tuhan semesta alam. Di dalamnya tercantum banyak perintah dan larangan yang berguna untuk kehidupan manusia. Di dalamnya juga termuat kisah tentang kehidupan kaum-kaum terdahulu, yang memberi banyak hikmah dan pelajaran bagi kehidupan kita.

Al Quran juga memuat awal mula permusuhan manusia dengan iblis, makhluk yang ingkar dan tidak mau taat kepada perintah Allah. Dia merasa lebih baik dari pada Adam yang kala itu diciptakan oleh Allah dari tanah. Al Quran mengabadikan apa yang dikatakan iblis kala itu, didalam surat Al-A'raf  ayat 12. "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

Iblis lebih memandang materi penciptaan Adam daripada Allah Subhanahu Wata’ala, Zat yang memerintahkan iblis untuk bersujud. Hal ini berbeda dengan para malaikat, mereka lebih mengedepankan pengagungan kepada Allah yang memerintahkan mereka, daripada mempermasalahkan Adam yang terbuat dari tanah. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Qs. Al Baqarah:30).

Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS al-Baqarah: 32).

Iblis tetap kuat pada pendiriannya.  Rasa sombong dan merasa lebih baik yang dimiliki olehnya dipertahankan walaupun akhirnya dia harus menentang yang Maha Kuasa. Karena sifat itulah, akhirnya Allah murka dan menurunkan kutukan kepadanya. Dan (Allah) Berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat." (Qs. Al Hijr, ayat 34-35).

Selanjutnya, Iblispun memohon kepada Allah, untuk mengajukan permohonan, yaitu penangguhan waktu sampai hari kiamat tiba. Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan." (Q.S.Al -Hijr:36).

Hal ini dilakukannya bukan untuk menyesali kesalahan, bertobat, ataupun berusaha menghapus dosa yang menumpuk. Tujuan iblis semata mata adalah untuk melakukan balas dendam kepada Adam dan anak cucunya yaitu manusia. Dia menganggap bahwa karena manusia lah akhirnya dia sampai terusir dari surga dan menerima kutukan.

Inilah awal permusuhan  iblis dan manusia. Dan sekali-kali dia tidak akan berhenti mengganggu dan mempengaruhi kita untuk akhirnya bisa bersama-sama dengannya di neraka nanti. Segala cara akan dilakukannya agar kita berbuat durhaka kepada Allah seperti yang telah dilakukannya.

Iblis adalah musuh sejati kita, Hijabers. Kita harus menyadari hal itu. Jangan sampai kita menjadi korban dari buaian iblis, dan mengundang murka dari Allah Subhanahu Wata’ala. Mari kita berlindung kepada Allah, semoga kita selalu selamat dan dipenuhi rahmat Allah agar dapat terhindar dari godaan dan rayuan iblis yang menyesatkan. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top