Aurat Itu Seni? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Aurat Itu Seni?

350 kali dilihat

Ada beberapa orang yang melabeli diri mereka modern, mengungkapkan bila sebuah gambar lukisan dari seorang wanita yang memperlihatkan auratnya itu adalah memiliki nilai seni atau kreativitas yang tinggi. Jika ada yang protes, mereka biasa berkata “Ah selera dan pikiran orang itu kan beda-beda, jangan disama ratakan dong!”.

Ya memang benar, bahwa manusia itu memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Setiap isi kepala pastinya akan berbeda dengan kepala yang lainnya. Karena itulah hidup kita membutuhkan sebuah aturan yang BAKU, KONSTAN dan NGGAK BERUBAH-UBAH lagi.

Lalu apakah ada aturan seperti itu? Tentu saja ada, yaitu seperti yang termuat di dalam Al Quran. Lihatlah aturan itu tertulis abadi disana. Bahkan dari berabad-abad yang lalu semua tetap sama. Bahasanya pun tetap arab, sama sekali nggak berubah. Bahkan Robb kita yang menciptakan kita dan alam semesta ini sudah berjanji sendiri untuk menjaga keaslian dan kemurnian Al Quran itu sampai hari kiamat nanti.

“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu  sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.”(Qs.  Al-An’am: 115)

“Sesungguhnya  Kami-lah yang  menurunkan  Al  Qur’an,  dan sesungguhnya Kami benar-benar  memeliharanya.(Qs. Al-Hijr: 9)

Hukum di dalam Al Quran itu akan abadi sampai kapanpun juga. Dan Allah yang menciptakan kita, maka Allah juga yang paling tahu apa-apa dan bagaimana yang terbaik untuk kita. Allah nggak akan mungkin sembarangan dalam memberi aturan buat kita.

Allah telah memerintahkan kita para wanita untuk menutup aurat kita. Karena Allah tahu, aurat kita akan membuat godaan bagi para laki-laki non mahram. Selain itu Allah ingin kita lebih lebih dihormati, anggun dan terhormat.

Maka ketika pamer aurat yang bernilai negatif dan jelas-jelas melanggar aturan Allah itu dilabeli sebagai seni yang positif, otomatis hal itu salah besar.

Jangankan kita yang dewasa, pas kita kecil dulupun ketika aurat kita terlihat maka orang tua kita membahasakannya dengan bahasa “malu dong!”. Orang tua mengajarkan hal itu sebagai sebuah kebaikan yang memang harus kita mengerti dan kita lakukan.

Jadi kesimpulannya, aurat yang dipamerkan atas nama seni tetaplah nggak pantas. Hal ini disetujui oleh siapapun, termasuk  orang yang mengatakan bahwa aurat itu adalah seni, atau para pelaku yang sengaja memamerkan atau yang melukis aurat seseorang itu sendiri. Paling nggak walaupun mulut mereka menyangkal, tapi hati nurani mereka tahu kok harus komentar apa.   

Dan satu lagi perlu kita ingat kawan, bahwa wanita yang menutup aurat juga bukan berarti mereka nggak indah dan nggak ngerti seni. Mereka juga memiliki keindahan seperti halnya para wanita yang memamerkan aurat itu, atau bahkan lebih. Tapi bedanya, para muslimah itu memilih untuk menutup aurat mereka, dan dipersembahkan hanya kepada suaminya yang sangat dicintainya karena Allah. Mereka memiliki keindahan tersendiri, seni tersendiri tanpa harus pamer apalagi sampai nabrak aturan manusia, atau malah melawan Robbnya yaitu dengan melanggar aturanNya.  

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE