Asal Muasal Keturunan Adam Sebagai Khalifah di Bumi | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Asal Muasal Keturunan Adam Sebagai Khalifah di Bumi

Allah adalah pencipta dan Ialah Yang Maha Penguasai segala sesuatu di muka bumi ini. Jika hasil ciptaan dan kekuasaannya itu tiada, maka Allah akan mencarikan pengganti atau kholifahnya di muka bumi ini. Dan sesungguhnya hanya Allah yang menjadikan sebagian manusia sebagai kholifah (pengganti) dari sebagian lainnya. Hal ini sebagaimana telah di firmankan oleh Allah Ta’ala di dalam al Quran, (yang artinya), “Dan (ingatlah) tatkala Rabbmu berkata kepada malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah’. Berkata mereka, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah : 30).

Dari ayat ini Allah menjelaskan kepada kita bahwa Dia menjadikan manusia yaitu Adam ‘alaihissalam sebagai khalifah atau pengganti di muka bumi. Disebut pengganti karena untuk menggantikan kaum sebelumnya yang berbuat kerusakan dan tidak taat kepada perintah Allah.

Segala peristiwa yang terjadi sebelum Adam ‘alaihissalam hanya diketahui oleh Allah Ta’ala saja. Tetapi dijadikannya mereka sebagai khalifah atau pengganti menunjukkan bahwa sebelumnya telah ada makhluk Allah di muka bumi. Maka Adam menggantikan mereka dalam hal menampakkan kebenaran, menjelaskan syariat Allah Ta’ala dan berhukum dengannya, dan dapat mendekatkan diri padaNya.

Mereka yang sudah berbuat kerusakan tersebut masih menghuni bumi sehingga Malaikatpun berkata sesuai apa yang sedang terjadi di muka bumi, yaitu tentang kelakuan buruk mereka tersebut. Namun Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan kepada para malaikat, bahwa Dia lebih mengetahui apa yang tidak diketahui oleh para malaikat tersebut.

Khalifah yang menggantikan mereka akan berhukum di muka bumi dengan syari’at dan agama Allah, menyebarkan dakwah tauhid, mengikhlaskan peribadatan dan beriman kepadaNya. Dan demikian juga anak keturunan Adam yang kemudian menjadi para Nabi, para Rasul, orang-orang pilihan, ulama yang shalih, dan hamba-hamba Allah yang ikhlas. Mereka inilah yang mewujudkan peribadatan pada Allah semata, berhukum dengan syariatNya, ulama yang shalih, dan hamba yang ikhlas. Setelah nampak ketetapan Allah dalam hal ini, tahulah para malaikat bahwa ini adalah kebaikan yang agung.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Adam ‘alaihissalam adalah khalifah atau pengganti yang menggantikan makhluk Allah sebelumnya. Walaupun peristiwa yang terjadi sebelum Adam ‘alaihissalam  tersebut, hanya diketahui oleh Allah Ta’ala saja.

Semoga kita ini termasuk dalam keturunan Adam ‘alaihissalam, yang senantiasa menyeru pada kebenaran, mentaati Allah, mengesakanNya dengan tauhid, berhukum dengan syariatNya, dan mengingkari siapa yang menyelisihiNya. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top