DiaryHijaber
Apakah Seorang Istri Harus Qana'ah? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Apakah Seorang Istri Harus Qana'ah?

Menjadi seorang istri bukanlah perkara yang mudah memang. Karena istri adalah seorang pendamping, dalam keadaan apapun dan bagaimanapun suaminya. Dia adalah penguat ketika suaminya lemah, penghibur ketika suaminya sedih, penyemangat ketika suaminya jatuh, dan sahabat sejati dalam bagaimanapun kehidupan suaminya. Dia pun memiliki kewajiban untuk taat kepada imamnya tersebut. Karena itu si istri pun kadang dituntut untuk harus pintar mengatur dan menata ego dan keinginannya sendiri.

Dan Allah paling tahu bahwa semua itu tidaklah mudah. Karena itu, sebagai imbalannya Allah Subhanahu Wata’ala menghadiahkan surga kepada para istri sholihah tersebut. Bahkan mereka bebas memilih dari pintu surga mana saja, yang ingin mereka masuki.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,  (Yang artinya) Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR. Ahmad).

Hijabers, seperti yang kita tahu, bahwa memang jalan hidup tidak selalunya diatas. Ketika suami berada “dibawah” si istri sholihah pun diharapkan bisa menjadi penguat serta penyemangat suaminya. Sifat Qona’ah atau merasa cukup dan puas  yaitu yang bersumber dari imannya mengatakan bahwa segala rezeki telah diatur dan ditetapkan oleh Allah, sehingga hasil yang akan diperoleh sebagai “hadiah” dari usaha yang dicurahkan tidak akan melebihi apa yang telah ditakdirkan oleh Allah kepada hamba-Nya.

Mereka melakukan semua itu semata hanya karena Allah, serta tetap berusaha dan berupaya untuk membantu agar keadaan bisa berubah menjadi lebih baik  dengan ijin Allah. Iman mereka mengatakan bahwa janji Allah adalah nyata bagi siapapun yang menggantungkan harapannya hanya kepada Allah. Dan Allah pun telah berfirman, (yang artinya), Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5). Setelah itu, InshaAllah tetap tentramlah rumah tangga, dan hati seluruh anggota keluarganya.

Maka benarlah yang dikatakan oleh al-Munawi, “Sungguh beruntung orang yang berislam, memperoleh kecukupan rezeki, yaitu rezeki yang dapat mencukupi kebutuhan dan mengantisipasi kondisi darurat. Dan dianugerahi sifat qana’ah, di mana jiwanya tidak berambisi untuk memperoleh melebihi kebutuhan. Maka siapa saja yang memiliki ketiga hal tersebut sungguh telah beruntung.”

Sungguh beruntung mereka yang memiliki istri yang sholihah dalam keimanannya kepada Allah. Mereka memaknai kehidupan ini bukan sebagai hal yang harus selalu menyenangkan, dan atau hanya untuk bersenang-senang, melainkan ladang amal yang penuh ujian untuk meraih kehidupan yang lebih baik di akherat kelak, salah satunya adalah dengan melakukan sifat Qona’ah atau merasa cukup dan puas serta tidak gampang merongrong suaminya.

Semoga Hijabers, kita adalah salah satu dari wanita sholihah tersebut, dan atau semoga Allah berkenan melembutkan hati kita untuk menjadi wanita seperti tersebut. Memang bukanlah hal yang mudah, namun dengan  tetap berusaha serta berdoa bersungguh-sungguh kepada Allah, InshaAllah Allah akan mengabulkan apa yang kita harapkan. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top