Apakah Pengertian dari Bai'at dalam Islam? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Apakah Pengertian dari Bai'at dalam Islam?

310 kali dilihat

Ibnu Khaldun menyatakan, Bai’at adalah janji untuk taat. Seolah orang yang berbai’at itu berjanji kepada pemimpinnya untuk menyerahkan kepadanya segala kebijakan terkait urusan dirinya dan urusan kaum muslimin. Tanpa sedikitpun berkeinginan menentangnya. Serta taat kepada perintah pimpinan yang dibebankan kepadanya, suka maupun tidak.”

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, setiap orang yang masuk islam, membaiat beliau. Mereka berjanji untuk setia dan taat kepada semua aturan Rasulullah SAW, serta melindungi beliau. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Dahulu kami berbai’at pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar (menerima perintah) dan taat pada pemimpin kaum muslimin. Beliau bersabda pada kami, Hendaklah engkau taat semampu engkau.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam sebuah hadis dari Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anhu juga disebutkan bahwa ada beberapa orang Madinah yang membaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bertanya,

“Apa yang harus kami Baiatkan?”

Lalu beliau bersabda, (yang artinya),  “Kalian baiat aku untuk mendengar dan taat, baik ketika sedang semangat maupun lagi malas. Untuk memberi nafkah baik ketika sedang sulit maupun sedang longgar, untuk selalu amar makruf nahi munkar, menyatakan kebenaran syariat Allah, tanpa takut dengan celaan apapun. Dan baiat untuk membelaku jika aku datang ke negeri kalian, dan melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri kalian, istri kalian, dan anak kalian. Sehingga kalian mendapat surga.” (HR. Ibn Majah).

Sedangkan tujuan dari Baiat itu sendiri adalah untuk menyatukan umat, dan bukan malah memecah belah umat. Seperti yang telah Allah Subhanahu Wata’ala firmankan di dalam Al-Qur’an, (yang artinya) “Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. ar-Rum: 32).



RELATED ARTICLE