Apakah Kematian itu Pasti Datang? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Apakah Kematian itu Pasti Datang?

Manusia memiliki sebuah kepastian yang tidak mungkin bisa mereka hindari. Seperti mereka yang harus makan dan minum atau mandi, serta beristirahat ketika lelah. Semua manusia juga akan mengalami kematian. Kesemua itu adalah hal yang tidak akan mungkin dilewatkan oleh manusia dimanapun dia berada. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, (yang artinya) Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS. Ali Imran: 185). Allah menegaskan bahwa kematian itu adalah kepastian dan akan menjadi muara kehidupan manusia. Setelah itu, semua manusia pun akan kembali kepadaNya.

Tapi dengarlah apa yang telah dinasehatkan oleh Umar Bin Abdul Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” Perkataan beliau tersebut menggambarkan tentang sedikitnya manusia yang mau berbekal untuk menyambut kematiannya dan masa depannya di akherat nanti. Persis seperti itulah kawan, kenyataan yang banyak kita jumpai sekarang ini.

Padahal jika semua itu terjadi, maka kerugian tidak lain akan menimpa manusia itu sendiri. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, dan siap ataupun tidak, manusia akan menghadapi semua episode kehidupan dunia dan akherat itu. Tidak ada tempat untuk berlari, dan menghindar. Setiap kita pasti akan melakukannya dan mengalaminya. 

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

Hijabers, seperti halnya kita yang harus makan ketika lapar, maka jiwa kitapun akan kehilangan raganya suatu hari, ketika kematian telah digariskan kepada kita. Semua datang begitu tiba-tiba. Tanpa pendahuluan, rencana, ataupun perizinan. Tiba-tiba saja kita telah berpindah dunia. Kita kehilangan segala harta, meninggalkan anak-anak dan keluarga yang kita sayangi, dan hanya tinggal sendiri di dalam kubur kita, bersama amalan-amalan kita.“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim).


Hijabers, saat kita telah mengetahui semua itu, alangkah kurang pandainya bila kita justru cuek dengan apa yang telah kita persiapkan untuk menghadapi hari besar itu. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39). Karena itu, mari kita berusaha semaksimal mungkin untuk menyambut hari kematian kita serta kebaikan masa depan kita di akherat sana, agar kita tidak merugi dan menyesal nanti. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top