Apa yang Harus Dilakukan dengan Dosa-Dosa Kita? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Apa yang Harus Dilakukan dengan Dosa-Dosa Kita?

Manusia tempatnya salah dan lupa. Karena memang kelemahan dan kekurangan adalah milik manusia, makhluk yang tidak sempurna. Setiap hari manusia membuat dosa dan kesalahan baru. Hal ini dilakukan entah dengan sengaja ataupun ataupun tidak.

Dan Allah sangat menyukai siapapun hambaNya yang bertaubat kepadaNya. Hal ini karena dengan taubat manusia akan kembali ke jalan Allah dan lebih dekat kepadaNya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Sungguh Allah lebih bergembira dengan sebab taubat seorang hamba-Nya ketika ia mau bertaubat kepada-Nya daripada kegembiraan seseorang dari kalian yang menaiki hewan tunggangannya di padang luas lalu hewan itu terlepas dan membawa pergi bekal makanan dan minumannya sehingga ia pun berputus asa lalu mendatangi sebatang pohon dan bersandar di bawah naungannya dalam keadaan berputus asa akibat kehilangan hewan tersebut, dalam keadaan seperti itu tiba-tiba hewan itu sudah kembali berada di sisinya maka diambilnya tali kekangnya kemudian mengucapkan karena saking gembiranya, ‘Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanmu’, dia salah berucap karena terlalu gembira.” (HR. Muslim).

Bahkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wa Sallam, manusia mulia yang sudah dijamin oleh Allah masuk surga saja beliau masih sering melakukan taubat seperti tersebut dalam sabdanya, ”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali” (Hr. Muslim).

Hijabers, kalau Rasul saja masih bertaubat kepada Allah 100x sehari, maka rugilah bagi siapapun kita yang justru menganggap diri kita suci, dan lalu menunda atau malah tidak mau bertaubat kepada Allah.

Sebaliknya, jangan mengira bahwa karena kita telah terlalu banyak berbuat dosa, maka kita berputus asa serta berpikir bahwa Allah tidak akan mungkin menerima taubat kita. Allah ta’ala berfirman, (yang artinya), “Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan.” (QS. Az Zumar: 53-54).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda (yang artinya), “Seandainya kalian berbuat dosa sehingga tumpukan dosa itu setinggi langit kemudian kalian benar-benar bertaubat, niscaya Allah akan menerima taubat kalian.” (Hr. Ibnu Majah).

Dalam sabdanya yang lain beliau menyebutkan, “Seorang yang bertaubat dari suatu dosa sebagaimana orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah).

Hijabers, tidak ada manusia yang terlalu tinggi sampai-sampai dia tidak perlu bertaubat. Dan tidak ada manusia yang terlalu rendah dan kotor sehingga taubatnya tidak akan diterima. Percayalah, Allah adalah Maha Penyayang dan Maha penerima taubat selama kita mau serius, dan berniat kuat, serta bersungguh-sungguh untuk tidak mau kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. Al Baqarah: 222).

Dan orang-orang yang mengerjakan dosa-dosa kemudian bertaubat sesudahnya dan beriman maka sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengampun dan Penyayang.” (QS. Al A’raaf: 153).

Dan barang siapa yang melakukan dosa-dosa itu niscaya dia akan menemui pembalasannya. Akan dilipatgandakan siksa mereka pada hari kiamat dan mereka akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang digantikan oleh Allah keburukan-keburukan mereka menjadi berbagai kebaikan. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al Furqaan: 68-70).

Hidup hanya sekali kawan, jangan sampai kita mati dalam dosa dan kesalahan. Kita pun juga tidak tahu kapan masa hidup kita ini akan berakhir. Karena itu, mari jangan tunda taubat kita, sebelum nafas sampai ditenggorokan, dan penyesalan kita akhirnya jadi sia- sia. 



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top