Apa Pentingnya Bertawakal? | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Apa Pentingnya Bertawakal?

 

“Di riwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu ‘anhu, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Ia melihat kepada hati kalian.” (HR. Muslim)

Allah mengutamakan untuk melihat hati kita, karena hati adalah tempat sebenar benarnya iman. Hati adalah tempat sejujur jujurnya kejujuran, dan merupakan cerminan dari akhlak seseorang. Takheran bila dikatakan bahwa ketika hati seseorang itu baik dan dekat kepada Allah, maka fisik dan hari harinya pun indah. Sebaliknya, bila hatinya telah rusak, maka rusaklah iman orang tersebut, berikut rusak pula fisik dan hilanglah kecantikan luarnya.

Dan di dalam hati pula lah tempatnya sebuah tawakkal. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, "Tawakkal ialah penyandaran hati dengan jujur kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dalam upaya memperoleh kebaikan-kebaikan dan menolak bahaya-bahaya dalam seluruh urusan dunia dan akhirat.”

Hakikat tawakkal itu sendiri seperti yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah adalah, kepasrahan dan ketergantungan hati kepada Allah semata. Tidaklah tercela melakukan usaha, tetapi harus dengan tetap menjaga hati agar bebas dari ketergantungan kepada sebab tersebut. Adalah merupakan sebuah kesia-siaan, orang yang mengatakan, “Saya bertawakal kepada Allah Azza wa Jalla” tetapi ia bersandar, bergantung dan memiliki keyakinan kepada selain-Nya. Jadi, tawakkal lisan berbeda dengan tawakal hati. Oleh karena itu, tidak manfaatnya sedikit pun, ucapan seseorang yang mengatakan, “Saya berawakal kepada Allah” tetapi ia masih bersandar dan bergantung kepada selain Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana orang yang berkata, “Saya bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla sedangkan ia terus berkubang dengan maksiat.”

Hijabers, lalu kenapa kita harusbertawakkal? Sa’id bin Jubair rahimahullah berkata, “Tawakal kepada Allah Azza wa Jalla ialah puncak iman.” Ketika hati kita terkait dan berharap hanya kepada Allah serta rela dengan apa yang diberikan dan ditakdirkan Allah kepada kita, maka itulah puncak keindahan dan kebebasan hidup. Berapa banyak orang yang menggantungkan hidup dan harapannya kepada selain Allah. Dan begitu mereka menemui kekecewaan, mereka seakan tidak terima dengan keadaan. Hati mereka berontak dan memaki. Selanjutnya, bahkan ada dari mereka yang berniat mengakhiri hidupnya. Naudzubillahi minzalik...

Bagi orang beriman, ketika diri mereka kita telah berusaha, namun mungkin hasil yang di dapatkan tidak sesuai dengan yang mereka inginkan, maka hati mereka tidak lalu marah, menggerutu apalagi menangisi apa yang telah terjadi. Pikiran positif terhadap Allah yang telah membuat takdir terhadap setiap situasi itu, tetap mereka utamakan. Allah tahu yang terbaik untuk mereka, sedangkan diri mereka tidak tahu sama sekali. Ada setiap hikmah, pelajaran, dan kebaikan, yang Allah simpan dalam situasi yang telah terjadi. Mereka percaya “... Dan sesungguhnya Allah tidak mendhzolimi hamba-hamba-Nya (QS. Al-Anfal ayat 51). Hati dan lisan mereka mantab mengucapkan Hanya Engkaulah yang kami ibadahi, dan hanya kepada Engkaulah kamimeminta pertolongan.”  (Al-Fatihah ayat 5)

Hijabers, apa kita ingin bahagia, senantiasa tenang dan damai dalam menjalani hari-hari kita? Apa kita juga ingin selalu mendapatkan yang terbaik untuk diri kita? Maka satu-satunya jalan, adalah mengenal Allah, dekat kepadanya dan berusaha dengan sungguh-sungguh dan setelah itu bertawakal pula dengan sungguh-sungguh, hanya kepada Allah. Ialah satu satunya sumber kebahagiaan. Ialah satu satunya yang Maha kaya dan yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Tidak perlu ragu atasNya, ia mengabulkan doa hambanya yang bersungguh-sungguh meminta. Dan ia tidak menyia-nyiakan siapapun hambanya yang begitu bergantung kepadanya. Ia maha kuasa dalam mencipta kita, dan mencipta alam semesta ini. Jadi, tidak akan pernah sia-sia harapan yang kita gantungkan hanya kepada Allah. Ia berbuat dengan kehendakNya, dan ia membuat keajaiban, yang bahkan mungkin tidak akan pernah bisa kita bayangkan sebelumnya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakal.” (Al-Anfal : 2)

 

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top