Allah Memberi yang Kita Butuhkan atau Inginkan? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Allah Memberi yang Kita Butuhkan atau Inginkan?

Manusiawinya manusia salah satunya adalah memiliki keinginan manusia yang tidak ada habisnya. Manusia juga memiliki sifat yang tidak pernah puas terhadap sesuatu. Maka tak heran jika kebutuhan dan keinginan manusia lantas tidak terbatas hanya pada pemenuhan makanan, pakaian, dan tempat tinggal saja. Hal ini lantas membuat manusia tersebut akan berusaha melakukan banyak hal agar semua keinginannya tersebut dapat terpenuhi. 

Namun, apakah lantas semua keinginan itu akan terpenuhi? Tentu saja tidak. Allah memang telah berjanji akan mengabulkan segala doa kita. Namun Allah adalah yang paling tahu yang terbaik bagi kita. Sedangkan, pengetahuan kita bahkan atas diri kita sendiri tidak mungkin akan menyamai dengan apa yang Allah mengerti. Hal ini karena Ia adalah satu-satunya pencipta kita. Ia sangat mengerti detail tentang segala sesuatu dalam diri kita.

Seperti yang terjadi dalam kisah Ibu Nabi Musa. Setiap ibu pasti punya keinginan untuk bisa merawat anak-anaknya hingga dewasa. Namun Allah memberikan beliau ujian, hingga beliau harus menghanyutkan Nabi Musa ke sungai, daripada nanti jatuh ke tangan keluarga Fir’aun. Tapi diakhir cerita, ternyata hikmah dan kebaikan dari semua kejadian itu banyak sekali.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman Di dalam Al-Quran, (yang artinya), Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Hijabers, Allah memberi apa yang kita butuhkan, dan bukan selalu yang kita inginkan. Kita sebagai manusia, kadang memiliki begitu banyak permintaan yang justru menyalahi hukumNya, dan atau tidak sesuai dengan jalan kebaikanNya, serta menganggap diri kita adalah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Padahal hanya Ia-lah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah jugalah yang Maha Tahu yang terbaik dari yang kita butuhkan, sedangkan kita tidak tahu.

Karena itu jangan buru-buru menilai buruk tentang takdir Allah, jika takdir itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena Allah satu-satunya yang maha penyayang kepada kita. Dan walaupun mungkin saat ini ada keinginan kita yang belum juga terealisasi, sedang kita telah berusaha dan berdoa, mari kita belajar untuk tetap berpikir positif serta tetap taat kepada Allah. Karena Allah jugalah satu-satunya tuhan yang tidak akan mungkin mendholimi hambaNya.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top