Aku Nggak Bisa Melupakannya | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Aku Nggak Bisa Melupakannya

405 kali dilihat

Yang namanya hidup, kadang ada beberapa momen yang susah banget buat kita lupa. Salah satunya mungkin adalah kenangan ketika kita suka banget sama seseorang. Waktu memang berlalu, kitapun juga udah dengan keadaan yang baru, tapi nggak tahu kenapa hati kadang susah diajak kompromi. Kita seperti masih terhenti di satu waktu itu. Nggak ngerti kenapa, pokoknya susah banget aja.

Apa kamu juga pernah merasakan hal yang sama, kawan? Kalau iya, mungkin hal itu juga akan jadi “beban” tersendiri buat kamu. Kalau hal itu justru adalah beban yang menyenangkan sih, asyik-asyik aja lah. Setiap kali mengingatnya kita justru akan ngerasa seperti hal lucu-lucuan sebagai bagian dari proses pendewasaan kita. Yang jadi masalah adalah saat hal itu justru jadi beban yang seperti “duri dalam daging” karena berbagai alasan. Bikin nggak enak, nyakitin dan ganggu aja. Akhirnya hari-hari yang kita lalui serasa kurang greget aja, sebelum si “duri” ini bener-bener terbuang dari kepala dan hati kita.

Sebenarnya si “duri” itu InshaAllah bisa kok nggak melukai kita. Caranya adalah, jangan memaksa diri kita buat melupakan apa yang nggak mungkin bisa dilupakan. Kecuali kalau kita tiba-tiba nubruk batu trus kena amnesia alias hilang ingatan. Sinetron banget nggak sih? hee...

Jangan paksakan diri kita buat menghilangkan kenangan yang memang nggak bisa dihilangkan. Tapi sadarkan diri kita, bicara dengan dia baik-baik kalau memang kenangan yang menyakitkan memang harus dilepaskan agar kita jadi baik-baik saja. Kalau kita terus menerus dalam keadaan seperti ini, hal ini akan justru banyak menghambat kemajuan kita loh dimasa depan. Selanjutnya kerugian akan banyak kita alami, dan hidup kita juga makin banyak poin minusnya.

Setelah diri kita kita beri penjelasan logis tentang semua itu, beri dia jeda untuk lebih rileks dengan kedaan yang sekarang. Bahagiakan diri kita, senang-senangkan diri kita agar kita lebih bisa menikmati hidup dan kita bisa yakin kalau hidup itu terlalu nikmat kalau kita nggak bersyukur. Hidup itu terlalu indah buat disia-siakan, salah satunya dengan mengingat masa lalu yang kurang enak dihati, sedangkan  masih banyak momen indah yang harusnya lebih bisa di nikmati.

Mereka yang ada di sisi kita memang akan datang dan pergi. Seterusnya begitu sampai kita nanti mati. Jadi semua itu memang wajar aja, dan memang nggak ada yang harus kita bebani. Seindah apapun kenangan yang dibuat seseorang itu, maka dia akan tetap pergi. Dan sesakit apapun memori yang ditinggalkan oleh orang lain itu, dia juga akan tetap pergi. Dan yang tinggal adalah pasangan hidup sejati kita nanti yang memang dikirimkan oleh Allah, sebagai yang “pasangan hidup kita” sampai kita mati nanti. Dan dia memang adalah yang terbaik menurut Allah, walaupun kita belum tentu setuju dengannya. Tapi memang dialah sejatinya yang akan menjadi yang terbaik buat kita.

Kawan, susah buat melupakan orang yang kita sayang itu bukan cuma kita aja kali’ yang akan mengalami. Banyak orang diluaran sanapun juga mungkin begitu. Dan mungkin malah apa yang dialami orang lain justru lebih menyakitkan dari kita, karena saking cintanya mereka dengan seseorang yang berarti dalam hidup mereka itu. Tapi akhirnya mereka juga bisa kok sadar dan nggak ngikuti arus perasaan dan hatinya yang minta ini dan itu. Termasuk buat tetap menyimpan kenangan nggak enak itu dihati. Nah, lalu kenapa kita nggak? Kenapa kita malah terpuruk dan malah ade ayem menyimpan “sampah hati” yang jelas-jelas nggak akan menyakitkan buat kita itu?

Hey kece! kamu terlalu kece buat berbuat yang nggak kece begitu pada dirimu sendiri. Sayangilah dirimu sendiri karena kamu memang kece, dan memang pantas diperlakukan dengan kece dan diperuntukkan untuk orang yang kece, dan bukan dia yang bikin kamu berkenalan dengan yang namanya rasa sakit. Bukan begitu? Kalau begitu tersenyumlah, dan sambut harimu yang baru. Jangan lupa buat tetap tampil kece selalu. Setuju?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE