"Akhirnya Kecantikan Ini Malah Menyiksaku" | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

"Akhirnya Kecantikan Ini Malah Menyiksaku"

242 kali dilihat

Ini tentang sebuah kisah, bahwa cantik itu bisa menyiksa terutama bagi mereka yang sangat memujanya. Seperti kisah wanita ini...

Tampilan luar wanita ini oke banget, bikin refresh mata siapapun yang melihat. Pakaiannya juga menunjang, bahkan menambah nilai kecantikan dia. Jangankan para cowok, cewek aja betah melihat yang bening-bening begitu. Mereka semua begitu kagum, sambil ngarep juga sih, “kapan ya, gue ganti kulit trus jadi macam itu?”.

Tapi sayang disayang, jauh didalam hatinya banyak orang yang nggak tahu tentang sebuah kamuflase yang cewek cantik ini buat. Dia yang banyak dikagumi oleh orang lain, ternyata memendam kesedihan dan kegelisahan luar biasa dalam hatinya. Secara, ternyata untuk sebuah kecantikan, dia harus menebusnya begitu mahal.

Bagaimana tidak, kehormatannya terjual dengan imbalan beberapa lembar rupiah. Semua untuk membeli lipstik bermerek, bedak jutaan, baju puluhan juta, berlian yang berkilauan, mobil mentereng, dan kulit putih mulus karena perawatan yang nggak murah. “Aku punya semua itu. Aku tampil cantik, dan sering menjadi pusat perhatian dimanapun aku berada. Tapi sayangnya, hanya orang yang tidak tahu kehidupanku yang sebenarnya yang menilai begitu. Tapi tidak dengan keluargaku dan atau batinku sendiri.” Jelasnya.

“Aku memulai semua ini ketika aku berumur 15 tahun. Yang aku tahu saat itu adalah, aku hanya ingin mendapatkan apa yang teman-teman aku punyai. Aku juga takut jika aku tidak tampil seperti mereka, aku nggak akan diterima dikalangan mereka. Maka jadilah, aku masuk dunia mereka, yang ternyata nggak seindah yang aku harapkan. Hatiku memang berontak, tapi apa daya lembaran uang didepanku begitu sanat menggodaku untuk melakukan dosa itu lagi dan lagi. Apalagi salah satu temanku yang menjadi “mami”ku juga bilang, bahwa akulah yang paling jadi primadona diantara yang lain. Dan saat lulus SMA, akupun semakin liar dan tak terkendali. Aku bahkan berhasil menarik perhatian seorang laki-laki paruh baya yang akhirnya menjadikan aku seorang istri simpanannya. Dia begitu menyayangku, dan memenuhi segala yang aku minta. Termasuk ketika aku ingin operasi plastik ke luar negeri.” Kisahnya lagi

Dan kesenangan itu masih berlanjut. Obsesinya untuk menjadi yang tercantik juga adalah masih yang utama. Tidak perduli berapapun harga yang harus ditebusnya, namun dia tetap bertekad memenuhinya demi menjadi yang paling cantik. Akhirnya sampailah dia pada satu titik, dimana dia begitu bangga melihat dirinya sendiri. Orang lain bahkan sampai menjulukinya boneka hidup, karena saking cantiknya.

Tapi seperti sebuah pesta yang pasti ada akhirnya, kesenangan itupun ternyata harus berakhir juga. Lelaki yang dibangga-banggakannya itu, ternyata harus jatuh terpuruk. Usaha yang dimilikinya bangkrut. Diapun harus terkena stroke dan tidak bisa lagi beraktivitas normal. Kini tinggallah si cantik itu sendiri. Dia yang menerima musibah itu tiba-tiba seakan tidak siap dengan segala kenyataan yang harus dihadapi. Apalagi perawatan yang harus dilakukannya tergolong mahal. Maka jadilah lama kelamaan, harta yang dimilikinya habis, dan sayangnya diapun harus kembali ke dunia yang dulu dia geluti. Menjadi kupu-kupu malam.

Tapi...

Ternyata semua sudah sangat berbeda. Dia nggak lagi muda seperti dulu, yang selalu diidolakan dan dikagumi. Ditambah lagi karena kurangnya perawatan, wajahnya yang dulu telah dioperasi lambat laut mulai menunjukkan kerusakan.

Dia terpuruk, dan semakin terpuruk kala menyadari wajah dan nasibnya yang memburuk. Dia hanya bisa menyesal mengingat semua yang telah dia lakukan di masa muda dulu. Dan  dia hanya bisa menangis kala kerusakan bekas operasi dulu mengeluarkan nanah disertai rasa yang sangat sakit sekali.

Tidak hanya kecantikannya yang telah hilang seiring dengan waktu, namun juga hilangnya kecantikan atas nama baiknya yang telah digadaikannya demi sebuah pujian dan tampilan sempurna menurut versinya. Sungguh sangat disayangkan sekali. Tidak ada kini yang bisa dilakukannya lagi, selain memohon ampun kepada Allah karena dia telah merusak kecantikan yang ada dalam diri dan jiwanya sendiri. Diapun bertekad ingin memperbaiki diri dengan melakukan kebaikan apapun yang dia bisa, agar Allah mengampuninya dan menjawab doa-doanya, serta agar dia diberi kesehatan dan diberikan kesempatan sekali lagi untuk bisa memperbaiki diri dan konsep pikirannya tentang kecantikan, dimasa depan nanti.  

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE