Air Liur Kucing Tidaklah Najis, Lalu Apa yang Najis dari Kucing? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Air Liur Kucing Tidaklah Najis, Lalu Apa yang Najis dari Kucing?

Kucing, hewan lucu satu ini pasti akrab dengan kehidupan sehari-hari kita. Wajahnya yang lucu dan menggemaskan membuat banyak dari kita yang lalu berniat memeliharanya. Namun, ada dari kita yang kemudian ragu, karena khawatir ketika kucing akan mengotori tempat kita, dan najispun akan ada dimana-mana.

Tapi tahukah Hijabers, bahwa pendapat kita tersebut ternyata salah. Di dalam riwayat Abu Daud diceritakan dari Kabsyah binti Ka’ab bin Malik yang merupakan menantu Abu Qotadah. Ia mengatakan bahwa Abu Qotadah pernah masuk ke rumah, lalu dituangkanlah air wudhu padanya. Kemudian tiba-tiba datanglah kucing. Bejana air wudhu lantas dimiringkan, lalu kucing itu minum dari bejana tersebut. Abu Qotadah pun melihat wanita tadi merasa heran padanya. Abu Qotadah mengatakan, “Apakah engkau heran (dengan tingkahku), wahai anak saudaraku?” Wanita tersebut lantas menjawab, “Iya.” Setelah itu, Abu Qotadah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, (yang artinya) Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai, dan Ibnu Majah)

Kucing adalah hewan yang suci karena disebutkan dalam hadits di atas bahwa hewan tersebut tidaklah najis. Namun apakah hal itu lalu berlaku secara umum? Jawabnya, tidak. Yang tidak najis adalah air liur, sesuatu yang keluar dari hidungnya, keringat, jilatan atau bekas makan dan minumnya. Adapun untuk kencing dan kotoran kucing tetaplah najis. Begitu pula darah kucing pun najis. Hal ini seperti yang telah dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah bahwa “Kucing tidaklah najis. Namun apakah berlaku secara umum? Jawabnya, tidak. Yang tidak najis adalah air liur, sesuatu yang keluar dari hidungnya, keringat, jilatan atau bekas makan dan minumnya. Adapun untuk kencing dan kotoran kucing tetaplah najis. Begitu pula darah kucing juga najis. Karena setiap hewan yang haram dimakan, maka kencing dan kotorannya dihukumi najis. Kaedahnya, segala sesuatu yang keluar dari dalam tubuh hewan yang haram dimakan dihukumi haram. Contohnya adalah kencing, kotoran, dan muntahan.”

Hijabers, syariat Islam itu dibangun di atas rahmat, kemudahan dan penuh dengan toleran. Dan Allah Subhanahu Wata’ala pun telah berfirman, Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185). Kemudian Allah sangat menyayangi makhluk-Nya. Karena itu Allah akhirnya banyak memberi keringanan kepada kita, salah satunya adalah dalam hal ini. Kucing tidak najis karena dia adalah hewan yang biasa sehari-hari ada disekitar kita, dan berada di sekitar kita. Seandainya kucing dihukumi najis padahal dia sering meminum air, atau memakan makanan yang ada di sekitar kita, maka ini akan menyulitkan diri kita.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam semoga Allah curahkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam, beserta keluarga dan para Sahabatnya.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top