"Ah, Sayangmu Palsu!" | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

"Ah, Sayangmu Palsu!"

Rasululah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam telah bersabda “Setiap engkau adalah pemimpin, dan setiap engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Dan seorang perempuan adalah pemimpin dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawabnya. (HR. al-Bukhari)

 

Kawan, ayah atau suami kita adalah pemimpin bagi kita. Mereka nantinya juga ikut ditanya oleh Allah tentang tingkah laku ataupun perbuatan kita. Karena itu jika kita memang sayang kepada mereka, sudah menjadi kewajiban kita untuk nggak “bandel” dengan aturan Allah, karena akan membawa kesusahan tersendiri bagi mereka yang kita sayangi itu.

 

Salah satunya adalah ketika kita nggak mau, atau masih nunda-nunda, atau apalah bahasanya, buat nutup aurat kita. Tahukah kita kawan, sekali lagi bahwa ayah atau suami kita kelak nantinya juga akan ditanyai tentang semua perbuatan kita tersebut, karena merekalah yang bertanggung jawab atas kita.

 

Kawan, di dunia ini semua sih bisa bilang sayang. Ya kan tinggal bilang doang, apa susahnya ya nggak? Tapi ucapan itu nggak ada makna kalau nggak dibarengi dengan perbuatan. Kalau nggak, ya berarti sekedar omong kosong atau bohong saja lah, intinya begitu.

 

Seperti kalau kita bilang sayang sama ayah atau suami kita. Tapi anehnya disisi lain kata sayang yang kita ucapkan tapi kenyataannya kita malah menjerumuskan mereka. Mereka juga yang harus ikut susah karena tingkah laku kita yang "bandel" nggak mau nurut dengan aturan Allah. Kalau sudah begini, kira- kira masihkah kita mengganggap kalau kita sebenarnya sayang dengan mereka, persis seperti yang sudah kita ucapkan? Nggak lah, pastinya. Karena kalau sayang itu adalah menyenangkan, membahagiakan, dan menyelamatkan. Dan bukan malah menjerumuskan dan atau malah merepotkan mereka. Ya nggak sih?

 

Jadi yuk cek sekali lagi, benarkah sayang kita itu benar- benar tulus kepada mereka, atau sekedar di mulut aja.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top