DiaryHijaber
Ah, Gitu Aja Kok Repot! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ah, Gitu Aja Kok Repot!

Ah Gitu aja kok repot!. Gue pribadi senang banget dengan kalimat satu itu. Kenapa? mau nggak mau kita kudu akuin bahwa kita sering banget repot dengan segala urusan yang harusnya nggak perlu dibawa repot. Contoh kaya’ masalah yang kecil aja tapi karena hadirnya sikap lebay, sensitif, pesimis, bla..bla..bla akhirnya masalahpun jadi terasa besar, bahkan jadi lebih susah buat diurai dan diatasi.

Sederhana, itulah sebenarnya hal yang kudu kita awalkan buat ditempel di sikap kita, kalau ada masalah yang datang ke kita. Tapi kesederhanaan dalam bersikap itu bukan berarti kita menggampangkan dan atau menyepelekan masalah tersebut. Tapi lebih ke gimana kita serius buat fokus ke penyelesaiannya aja, tanpa kudu direpotkan oleh  improvisasi sikap kita yang sebenarnya nggak guna.

Akhirnya, balik lagi juga sih ke gimana pola pikir kita. Karena pola pikir itulah yang akhirnya akan menentukan pilihan sikap kita. Dan ngomong-ngomong soal pola pikir ini, ternyata perbaikannya kudu ada terus alias kita harus update terus. Secara, masalah yang datang juga baru, yang berkaitan dengan orang-orang yang baru, entah yang baru dikenal, baru ketemu, baru dikasih hidayah atau yang baru dewasa, hee...

Dan untuk berhadapan dengan semua itu emang nggak mudah. Rem emosi terutama, kudu pakem banget, dan sabar serta luas hati kudu ada banget. Kalau nggak, ya jadi kaya itu tadilah, REPOT!.

Maka mau nggak mau, jadi orang yang sederhana dan fleksible itu emang kudu. Contoh nih seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Beliau berhadapan dengan raja juga bisa, dengan rakyat biasa juga bisa, orang non muslim juga oke, yang muslim wih apalagi!.

Kalau ada yang komen, “Yah beliau kan Nabi, pasti asyik lah sikapnya”. Ya iya sih, tapi beliau juga kan manusia biasa kaya’ kita. Kita bisa contoh tindakan mulia beliau, walaupun mungkin hasilnya nggak akan sebagus beliau. Tapi paling nggak dalam menyelesaikan sesuatu, kita nggak sampai masuk ke area “REPOT” itu tadi.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, pernah bersabda, “Jadilah di dunia ini seolah-olah kita adalah orang asing atau seorang musafir” (HR. Bukhari). Belajar dari pesan beliau tersebut, seharusnya kita selesaikan masalah-masalah kita dengan baik dan nggak perlu tuh dipakai sikap yang merepotkan. Bagaimanapun beratnya nggak usah terlalu dianggap berat atau diambil pusing, apalagi sampai menambah dengan bumbu improvisasi sikap yang aneh-aneh yang membuat sikap hidup kita semakin berat. Karena kita di dunia ini nggak lebih cuma sekedar seperti musafir yang mampir bentaran, trus pergi lagi.

Ibnu 'Umar juga pernah berpesan, “Ketika malam datang, jangan berharap (hidup sampai) pagi, dan ketika pagi datang, jangan berharap (hidup sampai) malam.” Jadi yuk kita perbaiki fokus kita, pola pikir kita, dan sikap kita agar masalah apapun yang datang ke kita jadi lebih gampang buat diselesaikan, tanpa harus kita membuang-buang waktu lagi untuk berepot-repot ria. Setuju?

 

(NayMa)

 

    

 



RELATED ARTICLE