Agar Kita Khusu' Dalam Salat | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Agar Kita Khusu' Dalam Salat

298 kali dilihat

Kadang, karena banyaknya kepentingan dan urusan dunia, sampai membuat diri kita ini tidak khusu’ dalam menjalankan salat kita. Banyak pikiran yang melintas dan mengganggu ketika kita sedang menjalankan salat kita. Padahal salat adalah ibadah utama, dan yang pertama kelak akan di hisab di hari perhitungan. Karena itu, belajar dengan sungguh- sungguh untuk bisa khusuk dalam salat sangatlah penting untuk kita lakukan. Dan salah satu caranya adalah seperti yang tersebut dibawah ini.

 

  1. Lepaskan dunia

Ketika kita membaca Inna salati, wanusuki, wamahyaya, wamamati lillahi rabbil ‘alamin(Segala apa yang ada pada diri ini, salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah semata), konsentrasikan diri, hati dan pikiran kita untuk benar- benar serius seakan- akan Allah Ta’ala ada di hadapan kita. Bicarakan dengan diri kita bahwa yang kita lakukan ini adalah sesuatu yang lebih penting dari sekedar urusan dunia yang sementara. Urusan dunia masih bisa dibicarakan dan atau di negosiasikan, namun jika waktu habis dan salat kita belum khusu’ maka hal itu tidak bisa dinego kembali. Salat adalah bagian yang teristimewa dalam hidup kita dari apada hal apapun. Karena sesungguhnya salat kita, ibadah, hidup, dan mati kita, hanya untuk Allah semata.

 

  1. Allah Mendengar Setiap Apa Yang Kita Ucapkan

Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah mengatakan: “Aku membagi salat untuk-Ku dan hamba-Ku dalam dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya. Jika hamba-Ku mengucapkan: Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah penguasa jagat raya), Ku-jawab: hamidani ‘abdi (hamba-Ku memuji-Ku).

Jika hamba-Ku megatakan: “Arrahmanirrahim (Yang Maha pengasih lagi penyayang), Ku-jawab: Atsna ‘alayya ‘abdi (hamba-Ku memujiku lagi).

Jika hamba-Ku mengatakan: Maaliki yaumiddien (Penguasa di hari pembalasan), Ku-jawab: Majjadani ‘abdi (hamba-Ku menyanjung-Ku).

Jika hamba-Ku mengatakan: Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’ien (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong). Ku-jawab: Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta…

Jika hamba-Ku mengatakan: Ihdinassiraatal mustaqim dst” (tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat), Ku-jawab: Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta (HR. Muslim).

Hijabers, setelah mendengar pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam diatas, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk memahamkan diri kita bahwa Allah Ta’ala mendengar apa yang kita ucapkan. Karena itu jika kita benar- benar mengangungkanNya maka kitapun harus bisa belajar untuk khusu’ dalam menjalankan salat kita.

 

  1. Resapi Setiap Apa Yang Kita Ucapkan Di Dalam Salat kita

Orang yang mampu memahami apa yang dia katakan, jelas berbeda dengan orang yang asal berkata- kata tanpa tahu apa isi dari perkataannya tersebut. Karena itu, kita memang harus belajar mengkaji tentang ayat- ayat Alquran berikut kandungan dan artinya. Agar ketika kita membacanya saat salat kita bisa merasa seperti terhubung langsung dengan Robb kita. Apalagi di kala kita dalam posisi sujud, dimana bagian tubuh kita yang paling terhormat yaitu kepala kita, kita rendahkan serendah- rendahnya dalam posisi tersungkur ditanah sambil memuji Allah Ta’ala. InshaAllah dengan begitu, kita lebih bisa untuk menata diri kita untuk lebih khusu’ dalam salat.

 

  1. Hayati Keagungan Serta Kebesaran Allah

Ketika kita mengucapkan "attahiyyaatu lillaah wasshalawaatu wat thayyibaat" (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah) fokuskan pikiran bahwa kita ini hanya sebagai hamba yang harus taat kepada Robb kita, karena Dialah sesungguhnya pemilik kekuasaan atas diri kita dan segala apa yang ada dialam semesta ini tanpa terkecuali. Karena itu sudah sepantasnya kita merasa takut, khawatir dan harus memantaskan salat kita agar layak diterima olehNya dengan melakukannya salat tersebut secara khusu’.

 



RELATED ARTICLE