Adanya Hak Orang Lain di Dalam Harta Kita | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Adanya Hak Orang Lain di Dalam Harta Kita

Seluruh harta yang kita miliki sekarang ini, pada hakekatnya adalah titipan Allah Ta’ala semata. Memang kita mendapatkannya dengan kerja kerja keras dan usaha kita. Namun tahukah kita bahwa hanya dengan ijin Allah sajalah harta kita bisa dengan lapang datang, dan atau mungkin sebaliknya?

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya. (Qs. Al Isra’ ayat 30).

Hijabers, dan dalam harta kita terdapat hak-hak para kaum dhuafa. Kitapun harus menyalurkannya lewat zakat, infak ataupun sedekah. Ini seperti yang diperintahkan langsung oleh Allah di dalam Al Quran yang mulia.

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian.” (QS. Adz-Dzariyat: 19).

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267).

Hijabers, jangan pernah kita takut miskin atau berkurang harta kita karena memberikan sedikit harta kita tersebut kepada orang lain. Allah Ta’ala berfirman di dalam Al Quran (yang artinya) “Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (Q.S Luqman:26). Allah adalah yang maha kaya, Dia malah akan senantiasa menambah keberkahan dari harta kita, jika kita selalu mematuhi apa yang diperintahkanNya.

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahawa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah: 34-35).

Allah Ta’ala yang telah memberikan kita harta, maka Dia juga bisa mengambil apa yang kita punya sewaktu-waktu apabila kita ingkar dengan apa yang diperintahkanNya. Allah terlalu maha kuasa untuk bisa mengambilnya kembali dengan cara yang kita tidak sangka-sangka. Karena itu, kenapa harus menyiksa diri dan memendam rasa kikir di dalam jiwa kita, kalau akhirnya toh nanti malah merugikan diri sendiri?. Karena itu, mari kita belajar berbagi dengan sesama, karena memang dalam harta kita tersebut, ada hak-hak dari mereka yang harus kita berikan.

Cukuplah hanya Qarun yang merasakan siksa dan kepedihan karena menganggap kekayaannya merupakan hasil kerjanya sendiri sehingga ia begitu tamak, sombong dan merasa tidak perlu berbagi dengan yang lebih membutuhkan.

“Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.” (Qs. Al Qashash ayat 76).

Dia (Karun) berkata, "Sesungguhnya aku diberi harta itu, semata-mata karena ilmu yang ada padaku. Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.” (Qs. Al Qashash ayat 78).

Qarun lupa, sebenarnya siapa yang mentaqdirkan ia menjadi pintar dan kaya. Dan Allah berkuasa untuk membinasakan sekuruh hartanya dalam sekejap. Hidupnyapun akhirnya berakhir dengan sangat menyedihkan.

Semoga kisah yang tertulis abadi di dalam Al-Quran tersebut menjadi pelajaran bagi kita, untuk tidak sombong dan menjadi pribadi yang mau memberikan hak-hak orang lain yang ada dalam harta kita. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top