Adab Menerima Tamu yang Sering Disepelekan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Adab Menerima Tamu yang Sering Disepelekan

410 kali dilihat

Islam adalah agama yang indah dan memuliakan. Ajaran- ajarannya begitu santun dan mendamaikan hati para pemeluknya. Salah satunya adalah ajaran tentang bagaimana memuliakan tamu. Ada adab-adab tersendiri tentang bagaimana cara memperlakukan tamu atau seseorang yang datang ke rumah kita ini. Dan berikut adalah beberapa diantara adab-adab tersebut.

  1. Disunahkan mengucapkan selamat datang kepada para tamu sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya tatkala utusan Abi Qais datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda, (yang artinya), “Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari).
  2. Menghidangkan makanan terbaik untuk tamu kita. Allah ta’ala telah berfirman di dalam Al Quran yang mengisahkan ketika Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama tamu-tamunya, (yang artinya), “Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?" (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27).

Adapun masa penjamuan kepada tamu kita adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, (yang artinya), “Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.”

  1. Mendahulukan untuk menjamu tamu yang yang lebih tua daripada tamu yang lebih muda, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, (yang artinya), “Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.” (HR Bukhari).
  2. Mendekatkan makanan kepada tamu tatkala menghidangkan makanan tersebut kepadanya sebagaimana Allah ceritakan tentang Ibrahim ‘alaihis salam, “Kemudian Ibrahim mendekatkan hidangan tersebut pada mereka.” (Qs. Adz-Dzariyat: 27).
  3. Mempercepat waktu menghidangkan makanan bagi tamu kita tersebut.
  4. Tidak mengangkat makanan yang dihidangkan sebelum tamu selesai menikmati hidangannya.
  5. Mengajak tamu kita berbincang-bincang dengan pembicaraan yang menyenangkan. Dan jika mereka menginap di rumah kita, maka kita tidak tidur sebelum mereka tidur.
  6. Dan ketika tamu kita hendak pulang, maka antarkan tamu sampai ke depan rumah kita.


RELATED ARTICLE