DiaryHijaber
Adab Berpakaian Para Laki- Laki Menurut Aturan Islam | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Adab Berpakaian Para Laki- Laki Menurut Aturan Islam

 Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, shahabat, dan orang-orang yang mengikuti jalan beliau hingga hari kiamat nanti.

 

Hijabers, pakaian adalah nikmat yang sangat besar dari Allah Ta’ala untuk kita. Dengannya kita bisa terlihat rapi dan tertutuplah aurat kita. Dan Islam telah mengatur segala hal dari mulai yang kecil sampai yang paling besar sekalipun. Termasuk adab- adab berpakaian bagi laki- laki dan wanita. Dan pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit mengulas untuk adab berpakaian dari untuk para laki- laki menurut aturan Islam.

 

Dan diantara adab- adab tersebut adalah sebagai berikut :

 

  1. Wajib menutup aurat

Menutup aurat merupakan salah satu hal yang diperintahkan dalam agama Islam. Karena memperlihatkan aurat kepada orang lain dengan tidak sepantasnya, dapat menimbulkan fitnah dan kerusakan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lainnya. ….” (HR. Muslim)

  1. Tidak bermewah- mewah dalam berpakaian dan atau compang camping

Pakaian yang mewah lebih mendekatkan manusia dari berbuat sombong dan pamer. Karena itu walaupun mungkin secara materi seorang muslim mampu untuk membeli pakaian yang mahal, namuhn kesederhanaan tetaplah menjadi hal yang lebih mahal untuk dilakukan. Dan Allah akan lebih ridho terhadap hambanya yang berbuat demikian. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meninggalkan suatu pakaian dengan niat tawadhu’ karena Allah, sementara ia sanggup mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lantas ia diperintahkan untuk memilih perhiasan iman mana saja yang ingin ia pakai.” (HR. Ahmad, dan Tirmidzi)

 

Sebaliknya, Islam juga melarang seseorang untuk tidak perduli dengan pakaiannnya sehingga dia terlihat lusuh dan tidak terawat. Contohnya seperti pakaian yang sompang camping yang dipakai agar menjadi terkenal atau pakaian syuhrah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memakai pakaian syuhrah, maka Allah akan memakaikan pakaian yang serupa pada hari kiamat nanti. Kemudian, dalam pakaian tersebut akan dinyalakan api Neraka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

 

  1. Pakaian dengan warna Putih

Rasulullah bersabda bahwa pakaian yang warna putih adalah lebih baik dari pada pakaian berwarna lain, walaupun hal tersebut tidak terlarang. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pakailah pakaian berwarna putih, karena pakaian berwana putih lebih suci dan lebih baik. Kafankanlah jenazah kalian dengan kain putih” (HR. Ahmad, an-Nasaa’i)

 

  1. Tidak memanjangkan pakaian hingga melewati mata kaki (isbal)

Islam sangat melarang isbal bagi para laki-laki. Dan hadist yang menyangkut semua ini sangat banyak. Salah satunya adalah sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Kain sarung yang terjulur di bawah mata kaki tempatnya ialah di neraka.” (HR. Bukhari)

 

Beliau juga bersabda, “Tiga macam orang yang pada hari kiamat nanti Allah tidak akan mengajak bicara, tidak melihat mereka, tidak menyucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih.” Kemudian beliau melanjutkan, “(Yaitu) musbil (orang yang isbal), mannaan (orang yang mengungkit-ungkit pemberian), dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Abu Dawud)

 

Isbal tetap diharamkan, walaupun tanpa disertai kesombongan. Karena isbal itu sendiri merupakan kesombongan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah kamu dari isbal, karena sesungguhnya isbal merupakan kesombongan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

Ujung celana atau sarung seorang muslim menurut sunnah dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah diatas dua mata kaki, di tengah betis atau sedikit diatas tengah betis.

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sarung seorang mukmin ialah sampai sedikit di atas tengah betis, kemudian sampai tengah betis, kemudian sampai dua mata kaki. Maka barangsiapa di bawah kedua mata kaki, maka dia di Neraka.” (HR. Ahmad dan Abu ‘Awwaanah)

 

‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sarung Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ialah sampai di tengah betis beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi). Sedangkan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sarung seorang mukmin ialah sampai di tengah betis.” (HR. Muslim)

Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top