Sekarang Adalah Waktunya | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Sekarang Adalah Waktunya

Rasulullah s.a.w bersabda, “Raihlah lima perkara sebelum datangnya lima yang lain : 1. Hidupmu sebelum matimu, 2. Sehatmu sebelum sakitmu, 3. Kesempatan sebelum sibukmu, 4. Mudamu sebelum tuamu, 5. Kayamu sebelum miskinmu.: (Shahih Jami’ush Shaghir Al Albani)

      Sekarang adalah saat yang tepat untuk kita melakukan amal kebaikan. Bukan nanti atau esok. Sekarang adalah kepastian dan nanti belum menjadi kenyataan karena kita tidak pernah tahu hidup kita sampai kapan. Akankah ada hari esok untuk kita ataukah esok itu tidak akan pernah ada? Tak ada seorang pun yang bisa menjamin hiudp kita lebih lama. Jangan menunggu sampai Allah menurunkan kuasa-Nya karena kita sering menunda segala amalan sehingga membuat kita menyesal di kemudian hari.

        Ketika diajak melakukan amal kebaikan, betapa sering tanpa disadari kita mengucap dalam hati “Nantilah kalau usiaku sudah tua akan rajin beribadah”. Apakah kita yakin kalau bisa hidup sampai usia tua? Padahal kita melihat tidak sedikit orang-orang yang mati di usia muda bahkan masih anak-anak. Kematian tidak pernah memandang usia. Jika kita sekarang mempunyai cukup harta, jangan tunggu nanti kalau sudah kaya untuk menginfaqkannya. Jika kita sekarang masih muda, manfaatkan masa-masa muda untuk berkarya dan rajin beribadah. Jika kita sekarang masih sehat, gunakan waktu sehat untuk berbuat lebih banyak kebaikan.

           Tak terbayangkan seandainya kematian menjemput kita dengan tiba-tiba sedangkan kita masih menunda-nunda amalan kebaikan. Seorang bijak mengatakan, “Penundaan adalah kematian perlahan.” Lalu bagaimana dengan kematian yang sesungguhnya? Kematian adalah sebuah kepastian. Allah SWT berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS. Ali Imron : 185). Barangkali kita baru teringat kematian ketika sedang berhadapan dengan orang mati. Di saat tubuh sudah terbujur kaku dan membisu, terputuslah semua amalan kita. Saat melihat itu, kita baru sadar bahwa suatu saat nanti kita juga akan mengalami hal yang sama. Sebelum terlambat, mari kita siapkan bekal yang cukup untuk pulang ke negeri akhirat nanti. Jika selama ini kita masih menunda-nunda amal kebaikan, barangkali surga masih jauh dari kita. Jangan merasa santai diri kita. Jangan tunda apa yang bisa kita lakukan sekarang. Lakukanlah mulai dari hal-hal kecil, dari diri kita sendiri dan mulailah saat ini juga. 




RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top