Saat Iblis Jujur Pada Rasulullah SAW ( 1 ) | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Saat Iblis Jujur Pada Rasulullah SAW ( 1 )

(Diaryhijaber.com) - Assalamuallaikum girls. Kali ini kita mau hadirkan kisah Iblis yang lagi ketemu sama Rasulullah SAW. Si Iblis yang saat itu datang, dengan jujur ngejawab semua pertanyaan dari Rasulullah Salallahu 'alaihi Wassalam. Apa aja pertanyaannya? dan gimana pula jawaban Iblis, pantengin ampe selesai yaa. Smoga bawa hikmah buat kita smua...  :)

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata :”Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar :”Wahai penghuni rumah, apa kalian izinkan aku masuk?”.

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat : ”Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?”. Para sahabat menjawab, ”Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Rasulullah berkata :”Dia adalah Iblis yang terkutuk, semoga Allah selalu melaknatnya”.

Umar bin Khattab r.a. berkata : ”Ya, Rasulullah, apa Engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?”.

Nabi SAW berkata : ”Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai hari kiamat?. Sekarang bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah Subhanahu Wata'ala. Pahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan!”.

Ibnu Abbas berkata : ”Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya memanjang, terbelah keatas tidak kesamping, kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir kerbau.

Dia berkata,”Assalamu ‘alaika ya Muhammad, assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin (salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin)“.

Nabi SAW menjawab : ”Assamu lillah ya la’iin (Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai makhluk yang terlaknat). Apa keperluanmu wahai Iblis?"

Iblis berkata : ”Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang terpaksa karena diperintah”

Nabi SAW berkata : ”Apa yang membuatmu terpaksa datang kesini, wahai terlaknat?”.

Iblis berkata, ”Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku ‘Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani Adam, serta bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepadamu’ . Allah SWT bersabda, ”Demi kemuliaan dan keagunganKu, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin". Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan.

Rasulullah kemudian mulai bertanya : ”Kalau kamu jujur, beritahukan padaku, siapa orang yang paling kamu benci ?”.

Iblis menjawab : ”Engkau, wahai Muhammad. Engkau adalah makhluk Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu”.

Rasulullah SAW : ”Siapa lagi yang kamu benci?”.

Iblis : ”Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT”.

Rasulullah : ”Siapa lagi?”.

Iblis : ”Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat] dan lagi penyabar”.

Rasulullah : ”Siapa lagi ?”

Iblis : ”Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari kotoran (Najis)”.

Rasulullah : ”Siapa lagi ?”

Iblis : ”Orang miskin yang sabar, yang ndak cerita tentang kefakirannya pada orang lain dan ndak mengadukan keluh kesahnya”.

Rasulullah : ”Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu sabar ?”.

Iblis : ”Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluk sesamanya selama tiga hari, Allah tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar”.

Rasulullah : ”Siapa lagi ?”.

Iblis : ”Orang kaya yang bersyukur”.

Rasulullah bertanya : ”Bagaimana kamu tahu bahwa dia bersyukur ?”.

Iblis : ”Kalau aku melihatnya mengambil dan meletakkan hartanya pada tempat yang halal”.

Rasulullah : ”Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?”.

Iblis : ”Aku merasa panas dan gemetar”.

Rasulullah : ”Kenapa, wahai terlaknat?”.

Iblis : ”Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat”.

Rasulullah : ”Jika mereka puasa?”.

Iblis : â€Aku terbelenggu sampai mereka berbuka puasa”.

Rasulullah : ”Jika mereka menunaikan haji ?”.

Iblis : ”Aku menjadi gila”.

Rasulullah : ”Jika mereka membaca Al Qur’an ?’.

Iblis : "Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api”.

Rasulullah : ”Jika mereka berzakat ?”.

Iblis : ”Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji dan memotongku menjadi dua”.

Rasulullah : ”Mengapa begitu?”.

Iblis : ”Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Allah menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang itu disenangi makhlukNya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat, Allah mencegah bencana agar tidak menimpanya”.

Rasulullah : ”Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?”.

Iblis : ”Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam”.

Rasulullah : ”Apa pendapatmu tentang Umar?”.

Iblis : ”Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya”.

Rasulullah : ”Apa pendapatmu tentang Utsman?”.

Iblis : ”Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya”.

Rasulullah : ”Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib?”.

Iblis : ”Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, dan kemudian dia meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu”.

Rasulullah : ”Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat”.

Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad :”tidak mungkin, tidak mungkin. Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang tidak, dan yang kafir atau yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis (ikhlas)“.

Rasulullah : ”Siapa yang mukhlis itu?”.

Iblis dengan panjang-lebar menjawab : ”Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka akan aku meninggalkannya."

(Bersambung)


(NayMa)



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top