Pengorbanan Seorang Sahabat | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Pengorbanan Seorang Sahabat

Rasulullah s.a.w bersabda, “Seseorang itu akan selalu bersama dengan orang yang dicintainya. Jika kita mencintai kebaikan, maka kita akan selalu bersama dengan oang-orang yang baik.”

    Indahnya persahabatan adalah saat datangnya kesulitan. Inilah yang dialami Rasulullah s.a.w dan Ali bin Abi Thalib. Ali berkorban demi Rasulullah s.a.w. Ketika itu dakwah Rasulullah di tengah-tengah kafir Quraisy sudah sedemikian meresahkan. Segala macam cara sudah ditempuh untuk menghentikan dakwah tersebut, tetapi hasilnya nihil. Kemudian mereka para pemuka-pemuka Quraisy yang membenci dakwah Rasulullah bertemu dan bermusyawarah. Mula-mula ada usul untuk mengusir dan membuang Nabi Muhammad s.a.w dari Makkah, tetapi ditolak. Kemudian muncuk usul dari Abu Jahal : “Menurutku, kita ambil dari setiap kabilah (suku) seorang pemuda perkasa dan terhormat di kaumnya. Masing-masing kita beri pedang yang tajam. Kita berangkatkan mereka mengepung Muhammad dan memukulnya sekali tebasan. Apabila mereka dapat melakukan rencana itu, maka darah Muhammad akan tercecer keseluruh kabilah dan dengan begitu Bani Abdi Manaf (suku keturunan Rasulullah) tidak akan mampu memerangi seluruh kabilah untuk membalas. Kalau pun mereka meminta tebusan akan kita berikan tebusan itu. Nah, ketika rencana itu dilaksanakan dan bocor maka Ali bin Abi Thalib, sahabat sekaligus keponakan beliau Rasulullah s.a.w bersedia pasang badan, tidur dipembaringan Rasul saat pembunuhan itu dilakukan. Saat pemuda Quraisy itu berada di luar rumah Rasul, mereka telah mengintip dan mengetahui bahwa ada seseorang yang berbaring di pembaringan. Mereka merasa yakin bahwa Muhammad belum keluar dari rumahnya. Sedangkan Rasulullah sendiri telah meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan seorang pun dari mereka.

    Sebab Allah SWT telah menutup mata mereka, setelah Rasulullah menaburkan debu ke arah wajah-wajah mereka sambil berdoa. Subhanallah, betapa cinta Ali kepada sahabatnya. Bahkan persahabatan beliau-beliau yang mulia itu dipersaudarakan oleh Allah SWT. Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menulis bahwa ketik Ali bin Abi Thalib menempati dipan Rasulullah, Allah menurunkan wahyu kepada dua malaikat Jibril dan Mikail, “Aku telah mempersaudarakan kalian berdua. Aku telah menjadikan umur salah satu di antara kalian lebih panjang dari yang lain. Siapa di antara kalian lebih panjang dari yang lain. Siapa di antara kalian berdua yang mengalah untuk membarkans audaranya hidup?” Sumber : Bekas-berkas Cahaya Kenabian , Ahmad MuhammadAssyaf, Era Internmedia




RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top