Mendadak Sholihah | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Mendadak Sholihah

(Diaryhijaber.com) "Ya ampuun, lo sekarang kenapa jadi alim sih? Kesambet apaan lo?"
"Wuiih, yang bener? Mantan preman udah insap nih?"
"Alaaah nggak usah sok suci deh, lo nggak inget siapa lo dulu?"
"Lo apa-apaan sih, aneh-aneh gini!"

Hmm, buat kamu yang udah milih jalan perubahan ke yang lebih baik, yang udah tobat dan janji nggak mau bandel-bandel lagi, pasti pernah ngedenger sindiran, hujatan, bahkan makian kaya' diatas tadi, kan?.

Belum lagi resiko kehilangan temen, ato tawaran pekerjaan yang mundur teratur, dan banyak lagi cobaan yang lain. Semua biasanya bakal jadi bagian dari hari- hari kita yang udah mutusin untuk stop bersama mereka yang terus menerus ngelakuin dosa.

Tapi, nggak jarang lho hal kaya’ gitu tadi bisa buat kita sedih, galau dan malah ngambil jalan pintas buat balek jelek kaya’ dulu. Padahal Allah udah kasih gambaran ke kita, "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al-Baqarah [2] : 214). 

Karena itu, kalo emang kita udah mutusin buat tobat dan pengen banget jadi sholihah, ayo kuatkan diri kita! Selamat datang di dunia pertobatan, girls!.

Khabab berkata, "Aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang duduk beralaskan selendang di bawah naungan Ka’bah, saat itu kami sedang mengalami siksaan yang sangat keras dari orang-orang Musyrikin. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidakkah tuan memohon pertolongan?’ Seketika itu pula beliau bangun dengan muka merah lalu bersabda, ‘Sungguh diantara orang-orang sebelum kalian ada yang disisir dengan sisir besi lalu dagingnya terkupas dari tulangnya atau uratnya namun hal itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada juga yang diletakkan gergaji di tengah kepalanya lalu kepalanya itu digergaji hingga terbelah menjadi dua bagian, namun siksaan itu tidak menyurutkan dia dari agamanya. Sungguh, Allah akan menyempurnakan urusan (Islam) ini hingga ada seorang yang mengendarai tunggangannya berjalan dari Shan’a menuju Hadlramaut tidak ada yang ditakutinya melainkan Allah atau (tidak ada) kekhawatiran kepada serigala atas kambingnya’." (HR. Bukhari, No. 3563)

#adakomentar?

Girls, dari jaman kita belum lahir dulu, udah banyak banget ujian yang lebih berat buat mereka yang mau bener- bener beriman. Jadi nggak ada alasan buat kita ngerasa paling sengsara dan yang paling menderita saat hari- hari kita dihujat dan dimaki. Semua ujian itu adalah agar kita lebih belajar sabar, dan ujian itu juga berguna buat nguji keikhlasan kita, biar cuman murni buat Allah aja.

Emang butuh waktu buat nyesuaiin diri, butuh waktu buat pembuktian ke diri sendiri dan sekitar kita tentang kesungguhan perubahan kita ke yang lebih baik ini. Dan yang pasti buat semua itu juga setan emang nggak bakal seneng dan tinggal diam. Setan bakal kasih pengaruh jelek lewat kroni- kroninya dari manusia dan jin buat ngipas- ngipasin kita biar balek bandel dan salah jalan kaya' dulu lagi.  Inget nggak, sama sumpahnya Iblis atau setan yang ini nih, "Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). [ QS. Al A’raf : 16 – 17 ].

Kalo udah tau gitu sih, harusnya kita lebih enteng aja, lempeng- lempeng aja dengan pertaubatan kita. Terserah orang mau bilang mendadak sholihah, angin- anginan, sok alim dll. Kita mah nggak butuh penilaian mereka. Karena toh dari awal kita bilang selesai sama maksiat kita kan karena pengen ridho Allah aja. Ya nggak sih?

So, keep cool dan lanjutin aja pertaubatan kita, biar kita bisa nikmatin hari- hari kita kedepan, yang pastinya lebih indah karena jauh dari maksiat, dan lebih dekat dengan ridho Allah.  Setuju?


(NayMa)




RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top