Mangkuk Kayu Buat Ortu | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Mangkuk Kayu Buat Ortu


(Diaryhijaber.com) - Suatu hari disebuah rumah tinggallah seorang kakek, bersama anak perempuannya, menantu lelaki, dan cucunya yang berusia empat tahun.

Saat malam tiba, keluarga kecil ini sedang asyik makan malam bareng di meja makan. Karena si kakek udah tua, tangannya bergetar terus dan penglihatannya yang kabur, kakek ini pun akhirnya jadi sulit makan. Saat mengangkat sendok, tiba-tiba sendoknya jatuh ke lantai. Dan ketika kakek itu berusaha mengambilnya, dia lupa kalo sedang memegang segelas susu. Karena itulah, tak lama kemudian susunya tumpah dan meja makanpun jadi kotor.

Suami istri itu jadi merasa jengkel banget dengan kekacauan yang ditimbulkan ayah mereka. Mereka lalu buat satu meja makan kecil di sudut ruangan. Di meja itu si kakek bisa makan sendiri, sedangkan mereka makan dimeja makan bersama-sama. Dan nggak lupa, makanan buat kakek juga di taruh didalam mangkuk kayu, dan gelasnya pun dari plastik. Jadi kalau salah satunya jatuh, nggak akan pecah.

Ketika anak perempuannya melirik ke tempat si kakek itu makan,terlihat air mata hampir menetes dari mata si kakek. Tapi dengan cepat anaknya melihat tajam ke arahnya, yang menandakan kalo jangan lagi sampai ada sendok atau mangkuk yang jatuh. Kejadian seperti itu bertahun- tahun mereka lakukan.

Sampai suatu hari...

Cucu si kakek itu sedang asyik maen mangkuk kayu. Ayah ibunya pun mendekatinya, dan bertanya "Kamu lagi apa nak?" dengan cepat, anak kecil itu menjawab polos, "Oh, aku lagi buat mangkuk kecil buat papa dan mama, nanti mau aku berikan buat tempat makan papa dan mama kalo aku udah besar nanti."

Astaghfirullah...

Kata-kata dari anak kecil itu, terasa nusuuuk banget, dan nggak terasa air mata suami istri ini mengalir deras. Mereka baru bener- bener sadar tentang apa yang sudah mereka lakuin sama ayah mereka. Akhirnya malam itu juga, sang anak memegang tangan ayahnya dengan lembut dan membawanya kembali kemeja makan keluarga dan nggak peduli lagi walopun ayahnya menjatuhkan sendok atau meja makan jadi kotor.

Girls, dari cerita diatas, kita banyak dapat pelajaran, terutama tentang gimana bersikap dengan orang tua kita. Bagaimana kita memperlakukan orang tua kita sekarang, mungkin seperti itulah nanti akhirnya kita bakal diperlakukan sama anak- anak kita.

Mungkin saat ini ada dari kita yang lagi nggak cocok sama ortu, atau bahkan musuhan sama mereka. Dan mungkin untuk itu kita punya seribu satu alasan buat menyalahkan mereka. Tapi jenk... dunia akherat mereka tetep tertulis sebagai ibu dan bapak kita. Dan kita nggak lahir dari batu lho. Paling nggak ortu kita pernah menyayang kita waktu kecil, dan karena jasa mereka lah kita akhirnya bisa di level sekarang ini. Allah aja Maha menghargai sekecil apapun proses perbaikan kita, lalu kenapa kita serba rewel dengan "kenakalan" mereka sekarang ini. Bukankah mereka dulu juga sabar merawat kita, dalam keadaan kita senakal apapun?

Allah Subhanahu Wata’ala, memerintahkan kita di dalam Alquran, yang artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yangmulia.” (Qs. Al-Israa: 23)

“Dan Kami berwasiat kepada manusia untuk (berbuat) kebaikan kepada dua orang tuanya.” (Qs.Al-Ankabut: 8)

 â€œDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhan-ku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku pada waktu kecil.” (Qs.Al-Israa: 24).

Allah seperti mengingatkan kita tentang satu hal yang kudu kita ingat! kita nggak akan selamanya muda, dan jadi anak ortu kita. Tapi suatu hari, kita juga bakal jadi ortu juga. Dan saat kita jadi ortu, seneng nggak sih kalo kita diperlakukan anak kita seperti dulu kita memperlakukan orang tua kita? Pastinya saat kita salahpun kita pengen dibenerin dengan cara baik dan nggak kasar. Kita tetep pengen disayang gimanapun keadaan kita. Dan kita pengen tetep di hormati walo serendah apapun status kita.

Karena itu, kenapa nggak ngukir masa depan yang nyenengin buat diri kita sendiri dengan memulyakan orang tua kita, mumpung mereka masih ada? Allah maha adil buat hambanya bu'. Nanti InshaAllah apa yang kita perbuat, juga akan dilakukan yang sama oleh anak- anak kita kepada kita. Jadi kebaikan itu bukan cuma buat mereka kok, kebaikan itu lebih lebih buat berbalik ke kita sendiri jenk :) asyik nggak tuh?

Ja


Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top