Kisah Kejujuran Gadis Penjual Susu | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Kisah Kejujuran Gadis Penjual Susu

(Diaryhijaber.com) - Kali ini kita mau belajar kisah hikmah dari seorang gadis penjual susu yang sangat jujur, yang hidup dijaman kepemimpinan Umar Bin Khatab.

Cerita bermula ketika Khalifah Umar Bin Khatab mengadakan pengamanan langsung untuk menjaga keamanan rakyatnya. Beliau memang terkenal sangat perhatian dengan keadaan rakyatnya.

Nah pas beliau lagi ronda malam itu, Umar yang waktu itu bersama pembantunya, Aslam, bersandar di dinding suatu rumah. Beliau tiba-tiba dengar suara percakapan ibu dan anak gadisnya, dari dalam sebuah rumah 

Ibu : “Nak, perasan susu kita hari ini hanya sedikit. Agar kita dapat untung yang banyak, sebaiknya kita campur saja susu ini dengan air.

Anak : “Jangan Bu, itu berarti kita telah tidak jujur. Lagi pula Ibu kan tahu bahwa khalifah Umar telah memerintahkan agar para penjual susu murni tidak mencampur susu dengan air”

Ibu : â€œAh! banyak orang yang melanggar peraturan itu. Ibu kira nggak ada salahnya kalo kita campur susu dengan air. Kalo nggak gitu nak, kita nggak punya cukup biaya buat makan sehari besok.”

Anak : â€œTapi, apa ibu nggak takut ketahuan khalifah Umar?”

Ibu : â€œKhalifah Umar nggak akan tahu Nak! Dia tentu sedang enak tidur dirumahnya, mana dia tahu kesulitan kita?” 

Anak : “Bu, Khalifah Umar mungkin aja nggak tahu dengan penderitaan dan apa yang kita lakukan, tetapi Tuhannya Khalifah Umar dan Tuhan kita juga pasti tau dan lihat. Aku nggak mau taat pada Allah saat ramai-ramai lalu durhaka saat sepi,”

Umar dan Aslam yang mendengar hal itu seplllangsung shock terpaku di dinding rumah ibu dan anak itu. 

"Tandai rumah ini Aslam,” kata Umar kepada pembantunya itu.

Keesokan harinya Umar memerintahkan Aslam buat datang ke desa tempat tinggal gadis itu. Aslam lalu banyak mengumpulkan info tentang gadis itu. Semua masyarakat setuju dan bilang kalo gadis itu adalah gadis yang shalehah dan penuh kejujuran, walo hidup miskin.

Setelah Umar mendapat info itu, beliau lalu manggil anaknya yang bernama Ashim. Beliau menawarkan gadis itu untuk dinikahi Ashim. Dan Ashim pun akhirnya menyetujuinya. 

Khalifah Umar senang sekali pas dengar jawaban anak kesayangannya itu. Beliau akhirnya segera datang lagi ke kampung itu untuk bertemu gadis penjual susu.  

Alhamdulillah, gadis itu pun setuju juga nikah dengan anak khalifah Umar. 

Di akhir cerita, dari pernikahan itu, lahirlah seorang anak perempuan yang diberi nama Laila ato lebih dikenal dengan Ummu Ashim. Sesudah dewasa Ummu Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Dari pernikahan ini, lahir pula seorang laki-laki yang diberi nama Umar, yakni Umar bin Abdul Aziz. Dialah yang menurut sejarah akhirnya jadi khalifah yang cemerlang sebagaimana Umar bin Khatab buyutnya.

Girls, ternyata kejujuran itu nama lain dari keberuntungan dan takdir yang baik buat pelakunya. Walopun kejujuran ini sangat langka saat ini, tapi Allah tidak cuti untuk tetap menjadi yang Maha melihat, kepada siapa saja hambanya yang selalu dalam kejujuran, untuk menghadiahi mereka dengan pahala yang setimpal yaitu Surga.


(NayMa)



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top