Kematian Itu Dekat, Kawan | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Kematian Itu Dekat, Kawan

(Diaryhijaber.com) - Baru- baru ini, disekitar kita banyak banget beredar kabar duka, terutama tentang kematian. Dari mulai yang kemarin noh di tipi, beberapa artis yang meninggal karena berbagai macam alasan. Dari mulai sakit, ampe karena udah tua banget. Bahkan salah satunya, rameee banget lebih dari semingguan lebih dibahas terus.

Siapa sangka, umur si artis yang masih muda, dan puncak karir yang udah di dapat, ternyata tiba- tiba aja breg, selesai karena sakit. Dan kurang lebih setahun lamanya dia berjuang, tapi akhirnya takdir berkata kalo dia harus menghadap Allah juga.

Girls, terbukti kalo ternyata kematian itu nggak pake pandang bulu. Nggak perduli berapa usia dia, apa statusnya, terkenal ato nggak, dalam keadaan sakit ato segar bugar, tapi kalo jadwal hidup udah selesai, ya semua bakal udahan aja.

Ini berbanding terbalik dengan banyak omongan kita yang kalo denger bahasan tentang kematian, pada komentar " ah masih muda inih, ngapain bahas begituan". Kematian sang bintang kemarin ngasih kita skak mat bener girls. Itu juga ngajarin kita, kalo umur bukan sama sekali jaminan malaikat maut bakal absen dateng ke tempat kita. “Allah mencabut jiwa-jiwa ketika tiba kematiannya.” (QS. Az-Zumar: 42). Dan faktanya, sebenarnya kita semua ini juga pada ngantri nunggu giliran dipanggil, karena kita semua pasti bakal ngalamin kematian juga. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati...” (QS. Ali Imran: 185)

Girls, kita sebage anak muda, biasanya kan emang masih labil dan suka lupa tuh sama yang namanya kematian. Padahal yang satu itu, justru bisa jadi rem yang dahsyat banget, saat kita niat mau ngelakuin sesuatu yang minus manfaat. Gimana nggak, kalo kita mantab banget bisa nyadar kalo kematian bisa silaturahim sewaktu- waktu, kita nggak akan dengan gampangnya ngumbar maksiat gitu aja. Ya iyalaaah, pasti juga pada takut. Secara gitu, pas tengah- tengah ngelakuin dosa, eh malaikat maut tiba- tiba udah say hello aja disamping kita. Bayangpun pemirsah!

Girls, kita bisa aja seneng- seneng nggak ada batas. Kita bisa aja berkelakuan semau kita tanpa batas. Kita bisa aja nikmatin hidup dan lakuin apaaapun yang kita maau, semuuuanya. Tapi saat itu semua udah selesai, alias kuota hidup kita udah selesai dan kita mati, habis itu semua nggak bakal gratis. Bakal ada pertanggungjawabannya, no matter kita mau ato nggak dan percaya ato nggak. Hari ngitungin amal kita alias hisab itu, bakalan datang.

“Maka demi Rabbmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (al-Hijr: 92—93)

“Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan, manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.” (al-Qiyamah: 13—14)

Karena itu, kita yang cantik dan cerdas harusnya nggak akan dengan sembrono ngentengin jadwal kematian kita itu. Selain itu, kita harus manfaatin waktu, dan apapun yang kita punya, buat bekal menyambut hari setelah kematian kita. Kenapa? salah satunya biar kita nggak jadi bagian dari yang digambarkan AlQuran berikut ini, 

"Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, aku berharap akan berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak, itu hanyalah ucapan kosong belaka.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)

“Ketika mereka itu dihentikan di atas neraka, mereka berkata, ‘Wahai seandainya kami ini dikembalikan lagi dan tidak lagi mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, maka wahai Tuhan kami, kami akan menjadi orang-orang yang beriman." (QS. Al-An’am: 27-28)

"Ketika orang-orang yang durhaka itu menundukkan kepala di hadapan Tuhan mereka, mereka berkata, ‘Wahai Tuhan kami melekkanlah kami dan kami mendengar, maka kembalikanlah kami agar dapat berbuat kebajikan. Sesungguhnya kami orang-orang yang yakin.’” (QS. As-Sajdah: 32)

“Atau engkau akan berkata ketika melihat siksa, ‘Seandainya aku ini dikembalikan sekali lagi, maka aku akan termasuk oran -orang yang baik.’” (QS. Az-Zumar: 58)

Girls, inget nggak dulu pas kita lahir, kita nangis kenceng, tapi keluarga kita tersenyum bahagia. Semoga, pas nanti kita mati, kita bisa tersenyum bahagia, walaupun keluarga kita menangis. 

Semoga, kita termasuk orang- orang yang menjemput kematian dengan cara yang asyik, karena udah bisa banyak ngumpulin kebaikan. Dan malaikat mencabut ruh seperti mencabut rambut yang berada di dalam tepung, gampaaang banget. Trus juga, Allah juga melindungi kita dari proses kematian yang menyakitkan. Aamiin.


(NayMa)




RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top