Kedudukan Wanita Shalihah Dalam Islam | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Kedudukan Wanita Shalihah Dalam Islam

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”

        Persoalan wanita memang tak kunjung reda dibicarakan karena banyak wanita yang telah diperlakukan dan memperlakukan dirinya tidak sesuai fitrah keberadaannya. Alhasil, segala kedudukannya dilecehkan bahkan keberadaannya dipandang dunia hina. Sementara segala hak kemerdekaannya juga tertindas dan hanya diperlakukan sebatas objek pemuasan hawa nafsu belaka. Apalagi pada jaman zahiliyah, keberadaan wanita tak lebih dari sekedar sampah. Wanita dianggap sebagai makhluk hina nan rendah.

       Namun, sejak Islam datang, wanita ditempatkan pada kedudukan yang mulia, terutama wanita solihah. Kemuliaan ini tercermin dalam penghargaan Allah SWT dalam surat khusus bernama An-Nisaa’ (wanita). Meski begitu, keshalihan ternyata menjadi barang langka bagi wanita di tengah kehiduan modern ini. Hanya dengan keshalihanlah kita dapat mengembalikan citra kemuliaan sebagai wanita dan dihargai serta dihormati. Wanita shalihah adalah harapan karena baik buruknya suatu negara banyak tergantung pada baik buruknya kaum wanita. Tak berlebihan, jika wanita apalagi shalihah bisa membuat hidup lebih bermakna bahkan bisa menjadi motivasi dalam meraih kesuksesan hidup. Sebaliknya, wanita juga bisa manjadi racun yang akhirnya bisa menggemparkan dunia dan itu bukanlah suatu hal yang mustahil karena fitnah pertama di kalangan Bani Israil bermula dari masalah wanita. Wanita shalihah akan selalu menjaga diri dan nilai-nilai kehormatan yang telah Islam berikan kepadanya. Kiprah dan sumbangsih yang dimilikinya akan selalu bermanfaat bagi kebaikan dan kemaslahatan umat, baik peranannya sebagai muslimah, istri atau ibu, selama aktivitasnya diniatkan untuk mencari ridho Allah. QS. An-Nisaa’ : 124. “Barangsiapayang mengerjakan amal-amal salih, baik itu laki-laki maupun wanita sedang iaorang beriman,maka mereka masuk ke dalam surge dan mereka tidak dianiaya walausedikitpun.” Sumber : Buletin Ashabul Kahfi



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top