"Huh, Emang Situ Oke?" | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

"Huh, Emang Situ Oke?"

(Diaryhijaber.com) - Di hina, diremehin, dipandang sebelah mata, nggak dianggep, pasti pernah kita semua rasain. Dan itu rasanya... eneg banget pastinya. Trus gimana caranya sih caranya biar tetep fine- fine aja, move on, dan keep shining?

Girls, seperti teko yang cuman ngeluarin isinya, seperti itu juga gambaran para manusia. Orang yang mulutnya jahat, sebenarnya secara nggak nyadar juga nunjukin hatinya yang jahat. Nggak mungkin kalo hatinya manis, eh keluar kata- kata yang pahit. Pertanyaannya, orang model begini kita bolehin mampir dipikiran? hee.. yang bener aja??!!!

Nggak perlu pasang aksi balas dendam atau ngambek berjamaah buat ngadepin spesies yang kaya' begini. Nggak perlu juga buru- buru gas poool saat ketemu orang yang nyatain keraguan tentang ke-oke-an kita. Karena kalo kita gampang galau apalagi jutek, yang ada orang makin yakin kalo akhlak kita emang nggak oke. Woles aja bu'. Praktekin aja pepatah yang bilang "Sebuah tindakan itu lebih ampuh daripada seribu kata- kata". Yang penting kita tetep lanjutin action kita, lakukan yang terbaik yang kita bisa dan nggak usah buang buang waktu sama yang beginian. Kalo nanti hasil akhirnya keren, kelihatannya bakal ada yang malu parah tuh, ya nggak?

Trus juga, inget-inget tentang "Tak kenal maka tak sayang". Semua hanya masalah waktu sebelum orang yang meremehkan dan memandang kita sebelah mata, akhirnya menyadari kesalahan tentang ucapannya kepada kita. Tapi seperti yang udah dibilang diatas, kuncinya tetep ada di kita. Kita mau tampil baik, ato kita justru nunjukin kalo yang mereka bilang adalah bener. 

Next, buktikan juga kalo kita adalah orang yang positif. Kita bisa nge-set pikiran bahwa jika ada orang yang meragukan kemampuan dan ke-manis-an kita, itu adalah justru tantangan yang manis buat di taklukin. Kalo sudah begitu, yang awalnya galau akan berubah jadi semangat banget lho.

Selain itu, buktikan kalo kita adalah pribadi yang sabar. Sabar menghadapi orang yang jahat dan punya kualitas kurang bagus seperti itu. Itu juga salah satu kunci sukses kalo mau tampil oke atau lebih oke dari yang orang kira. Tapi lagi- lagi girls, kuncinya semua tetep ada di kita.

Kuncinya ada di diri kita sendiri, apakah kita mau melakukan hal diatas itu, meraih yang terbaik, dan menjadi manusia yang lebih baik, sehingga nggak pantes lagi buat dihina? atokah kita sekedar santai ajah dan akhirnya kita emang pantas mendapatkan peremehan seperi yang mereka udah ucapkan ke kita? semua jawaban akhirnya kembali kepada kita.

Trus nggak kalah pentingnya buat kita ngerti say, siapa yang bisa jamin kalo orang yang udah menghina kita itu juga lebih baik dihadapan Allah dari pada kita? Kan Allah sendiri yang berfirman di dalam Alquran yang artinya, "... dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok)... " (QS. Al-Hujurat: 11). Jadi nggak perlu kecil hati, apalagi ampe sedih garuk- garuk tembok ya :)

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wassalam, manusia termulia aja juga nggak kurang-kurang juga dapat penghinaan dan peremehan dari orang-orang yang jahat sama beliau. Tapi pribadi beliau yang mulia, walo itu difitnah habis- habisan ya tetep aja mulia. Kaya sebuah mutiara, walopun dia dibuang ke lumpur, tetep aja mutiara itu indah. Beliau membuktikan kepada orang- orang jahat yang telah menghinanya, bahwa semua yang mereka tuduhkan adaah tidak benar. Alhasil, banyak lho yang dulunya memusuhi akhirnya berbalik mendukung beliau. Itu semua karena keindahan akhlak beliau yang bahkan sampai-sampai Allah berfirman seraya memuji beliau, yang artinya “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam: 4). So kenapa kita nggak nyontoh kemuliaan akhlak yang beliau udah contohkan ke kita? 


(NayMa)







RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top