DiaryHijaber
Hidup Itu Perjuangan | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Hidup Itu Perjuangan

“Dan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka mau merubah nasib yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’du : 11)


        Hidup adalah sesuatu yang harus kita perjuangkan. Dengan hidup banyak pelajaran berharga yang bisa kita ambil. Sangat naïf bila kita menganggap hidup itu sempit sampai-sampai banyak yang merasa kehilangan rasa untuk hidup samai mengakhiri hidupnya sendiri karena suatu hal. Tidakkah kita sadari bahwa ibu yang telah berjuang mengorbankan nyawa demi melahirkan kita? Tidakkah kita bersyukur bahwa Allah telah memberikan kita hidup untuk tidak disia-siakan? Jika kita mau menyadari, sejak awal hidup kita sudah terseleksi, berjuang mengalahkan ratusan juta sperma yang lain. Sesungguhnya jiwa pemenang itu masih ada dalam diri kita, hanya saja mampukah kita berjuang mempertahankannya?

         Mungkin kita terlahir dari keluarga yang kurang mampu atau kita seorang yatim piatu. Mungkin saat ini kita hanyalah seorang pedagang kecil, karyawan, pelajar atau pengangguran. Itu kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Masalahnya bukan dimana kita berada sekarang, tetapi kemana kita akan tiba nanti. Jangan pernah jadikan latar belakang kita sebagai alasan kenapa kita tidak berhasil dalam kehidupan ini. Banyak di antara kita yang hanya dari keluarga kurang mampu, tidak berpendidikan tinggi bahkan mungkin seorang cacat, tetapi mereka berhasil dalam kehidupannya. Lihatlah lebih dekat kisah hidup Rasulullah s.a.w dari seorang yatim piatu kini bisa merubah kehidupan umat yang dulunya jahiliyah menuju cahaya Islam yang terang.

         Hellen Killer, wanita yang tumbuh dalam kondisi bisu, buta dan tuli akhirnya menjadi seorang doktor  yang memberikan ceramah ke berbagai tempat di dunia. Kenapa ia berhasil walau dalam kondisi kekurangan seperti itu? Bukan karena mereka mampu, tetapi karena mereka mau berjuang merubah keadaan mereka seperti firman Allah SWT di atas (QS. Ar-Ra’du : 11). Lantas, bagaimana dengan kita?



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top