Hal- Hal Besar Yang Kita Anggap Kecil (1) | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Hal- Hal Besar Yang Kita Anggap Kecil (1)

(Diaryhijaber.com) - Sadar nggak sadar, kadang kita ngelakuin hal ini, lho. Kita bahkan nggak sadar juga kalo efek buruknya dari yang kita lakukan ini kadang kebawa ampe di masa depan kita. Makanya jenk, penting banget buat disimak kira- kira apa ajakah hal sering kita anggap kecil itu? 

1. Menyepelekan

Suatu hari, kalo kita nggak sengaja nabrak orang yang lagi jalan dan barang- barang yang orang itu bawa jatuh berantakan, kira- kira apa yang bakal kita lakukan? biasanya sih buru- buru minta maaf dan langsung ngebantu beresin barangnya yang jatuh itu. Tapi, pernah nggak kita ngelakuin itu dengan sama cepatnya, saat justru orang terdekat kita kaya' ortu ataupun saudara yang kena musibah serupa? Mungkin iya, mungkin juga nggak. Dan yang "nggak" inilah, biasanya sadar nggak sadar lagi punya rasa "menyepelekan".

Kasus lain contohnya, kadang kita bisa dengan manis tersenyum sama orang yang lagi ketemu kita sedetik atau dua jam. Bahasa kitapun bisa manis banget, dan diatur banget biar mereka terkesan. Tapi kita sering NGGAk ngelakuin itu, buat orang orang dekat kita, contohnya ke keluarga inti kita. Alasannya sih klasik karena toh mereka udah tau keseharian kita, baek dan buruknya kita. Dari sana, sadar nggak sadar kita tuh lagi ngebiasain diri buat menyepelekan.

Trus juga, kalo adzan udah kedengaran, tapi kita mah tetep aja asyik sama kegiatan kita. Padahal kalo gebetan kita yang miskol, kita bisa secepat kilat nelpon balik bahkan tanpa dikomando dulu.

Jenk, sadar nggak sadar ternyata dengan ngelakuin sikap- sikap yang begini nih, secara nggak langsung berarti kita udah mulai mengistimewakan rasa "menyepelekan" di diri kita. Padahal sebenarnya, dari pada orang lain yang udah bener- bener lain dari kita, sebenarnya Allah dan orang terdekat kita kaya' keluarga kita adalah yang lebih berhak untuk menerima kita yang semanis- manisnya. Kenapa? karena saat kita lagi kenapa- kenapa, susah atau senangnya kita Allah dan keluarga kita itulah yang datang membantu dan mensuport dan selalu menemani kita. Dan orang lain kebanyakan tetaplah orang lain.

Karena itulah, kalo kita perduli harusnya kita konsekuen buat ganti kebiasaan buruk yang sering buat mereka sedih, dan NGGAK lagi menganggap kalo toh mereka itu akan selalu akan maklum sama kelemahan kita. Dan bukan malah sebaliknya, tetep kekeh aja dan keras kepala menjadi orang yang selalu menyepelekan.

2. Kurang syukur

Manusia tabiatnya kebanyakan gampang ngeluh. Karena manusia itu memang tercipta dengan kelemahan yang banyak. Tapi tau nggak sih, menurut para ahli kita tuh punya otak yang kalo seumpama itu dijembrengin programnya dalam bentuk komputer, bisa seluas kota New York, lho. WoW!..

Tapi nggak tau kenapa, dengan cobaan yang datang ke hidup kita, kita nih gampang banget ngeluh dan bahkan suka mendramatisir keadaan biar kelihatan tambah heboh dan sensasional. Padahal dengan tau satu fakta dari nikmatnya Allah yang udah diberikan ke kita yang bernama otak itu, kita harusnya udah bisa sangat bersyukur sekali. Paling nggak, ternyata kita tau, kalo kita sebenarnya kita punya harta yang nggak ternilai, punya potensi lebih buat maju dari yang sekarang, dan diberkahi dengan keberuntungan. Masih banyak yang pengen jadi kita tapi nggak bisa, karena Allah nggak menghendaki mereka bisa kaya' kita. So, ngapain capek- capek ngeluuh, dan sedih jenk. Jangan suka ngitung- ngitung yang nggak kita punya. Lebih baik kita rawat deh tuh yang kita punya. Dari pada waktu kita terbuang, kitanya nggak maju dan malah ketinggalan, dan  kita nggak dapat apa- apa. Karena itu, kadang sesekali "lihat kebawah" itu penting kok jenk, yah biar ngedidik hati kita aja buat bisa lebih bersyukur.

3. Berpikir negatif

Siapapun pasti setuju kalo orang yang mikirnya negatip mulu nggak bakal bisa maju, dan sekaligus susah buat mundur. Gimana nggak, dia mau mundur pasti takut ngungkit luka lama dan trauma lagi, apalagi mau maju, terlalu takut dengan resiko atau dalam bahasa dia "jangan- jangan nanti begini dan begitu". Orang seperti ini hanya akan berhenti di dirinya sendiri, jenk. PR terbesar darinya adalah ya memang dirinya sendiri itu. Hidup yang harusnya berjalan dengan sederhana, rasanya jadi rumit ruwet atau komplek banget. Jalan pikiran yang biasanya bebas hambatan, akhirnya kehalang tembok yang dihasilkan sama pikiran negatip dirinya sendiri. Kalo udah gini, yang rugi bukan siapa- siapa melainkan ya dia sendiri. Padahal setiap masalah pasti ada solusinya, setiap kerumitan akan ada jalan keluarnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: Allah Ta'ala berfirman, yang artinya, "Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Allah SWT seperti memperingatkan kita, kalo prasangka kita sama Allah itu, justru yang bakal ngebentuk jalan kita selanjutnya. kalo kita yakin Allah bakal kasih jalan keluar, ya InshaAllah hal itu juga yang bakal kejadian. Sama juga kasusnya kalo kita belum- belum nih udah maki- maki Allah dan terkesan kalo Allah udah jahat sama kita, sampe kita menderita banget sekarang, ya mungkin jalan cerita selanjutnya juga akan tetep menyedihkan. Karena itu, kalo kita mau hidup bahagia, pastikan diri kita selalu optimis, dan mikir juga pastinya, masak iya Allah yang maha penyayang mau menyiksa kita apalagi sampe ngebuat kita sengsara. Kali yang kita alami itu sebenarnya adalah cobaan, atau boleh jadi malah buah dari dosa kita sendiri yang pernah kita buat dimasa lalu. 


(NayMa)


Artikel Terkait Lainnya..

RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top