Bukan Pacaran Girls, Tapi Ta'aruf | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Bukan Pacaran Girls, Tapi Ta'aruf

(Diaryhijaber.com) - Banyak yang kepo nanya kalo "Kenapa sih pacaran itu nggak boleh? kan buat penjajakan inih. Masak kita tar mau nikah sama orang yang sama sekali nggak kita kenal? iya kalo orangnya baik, kalo akhirnya ternyata orang yang kita nikahin nggak baik, yang susah kita lah". Adalagi yang nanya' "Trus kalo nggak pacaran, gimana bisa ada rasa  saling suka?, masak suami kita bukan orang yang kita cintai".

Emang sih jenk, dalam Islam emang nggak ada istilah berpacaran, alias deket tapi tanpa ikatan yang sah dimata Allah. Tapi bukan berarti saat nanti kita mau merit, kita seperti "membeli kucing dalam karung", alias nikah dengan orang yang sama sekali nggak kita tau, atau nggak kita kenal. Islam justru menganjurkan banget kita buat ngenal pasangan kita, tapi lewat proses ta'aruf.

Lalu, apa sih ta'aruf itu?

Secara bahasa ta’aruf artinya ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Ini adalah akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),

“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).

Kata li ta’aarafuu dalam ayat diatas artinya bahwa, sebenarnya tujuan dari semua ciptaan Allah itu adalah agar kita semua saling mengenal satu sama lain. Jadi secara umum, ta’aruf bisa berarti saling mengenal.

So, sebenarnya kata ta’aruf itu nggak pernah disebutkan sebagai istilah khusus buat mereka yang mau merit. Kata ini cuma mirip dengan ‘berkenalan’ dalam bahasa kita. Tiap kali kita kenalan dengan seseorang, entah itu orang baru atau temen baru, bisa juga disebut sebagai ta’aruf.

Ta’aruf bagi sesama muslim, memang dianjurin banget, buat ngikat hubungan persaudaraan. Tapi kita kudu inget kalo ada batasan yang tetep kudu diperhatikan, apalagi kalo kasusnya adalah antara cewek dan cowok. Contoh aja, nggak pake acara berduaan atau bercampur-baur, hang out bareng sama cowok yang bukan mahramnya, dll.

Kalo proses perkenalan itu buat menuju ke pernikahan, kita dan calon pasangan kita itu ngebuka diri seluas- luasnya, dan saling jujur tentang masa lalu dan cita- cita masa depan. Secara kan, kalo tar jadi bener merit, kan memang suami istri kudu nggak boleh ada rahasia lagi. Trus kita juga bisa dapat informasi dengan tanya kepada orang terdekat calon kita itu, tentang baik buruknya dia se kumplit- kumplitnya. Tapi pertemuan itu tetap nggak boleh berduaan aja, kudu ada pihak ketiganya juga. 

Proses kenalan ini juga lebih baik kalo disembunyikan. Beda banget kalo dengan pacaran, yang disiarin secara live di Fb dengan gantinya status single jadi "berpacaran" # hee. Kenapa kudu diem- diem dulu, soalnya yah kan namanya kenalan, takutnya ada nggak cocok ditengah jalan, dan nggak jadi.  Dan secara juga kan dalam proses ini kekurangan dan kelebihan semua kebuka tuh, jadi kalo akhirnya nggak cocok ditengah tengah, nggak jadi bahan gosip bu'. 

Lalu apa sih pentingnya kenalan secara detil tentang pasangan kita sebelum kita menikah?

Girls, siapapun pasti pengen nikah itu cuman sekali, dan buat selamanya. Ibaratnya gini, kalo kamu pengen nikah umur 21, maka susah seneng kamu harus laluin sama suami pilihan kamu itu. 21 tahun kedepan atau bahkan 21 tahun kali 3 alias 63 tahun kedepan, kamu harus berpartner sama dia, ngabisin sisa hidup kamu sama dia. Nah bayangpun, kalo kamu dapat pasangan yang nggak asyik, duh bisa dibayangin gimana sengsaranya hidup kamu nanti. Apalagi kita adalah cewek yang memang menurut agama kudu nurut sama cowok alias suami kita kelak. Kalo pemimpin udah nggak beres, trus gimana nasib kamu, gimana masa depan anak- anak kamu?

Karena itulah, mengenal pasangan kita sebelum mutusin dia itu pas ato nggak buat diajak merit, nggak bisa lewat pacaran. soalnya kan kalo pacaran, yah namanya orang mau dapat hati kamu, pasti yang diperlihatkan ya yang bagus- bagus dong, dan kekurangan itu ditutup serapi- rapinya. Dan saat akhirnya kamu udah menikah, booooommm!! bom waktu itu meledak. Iya kalo akhirnya dia udah berubah jadi baik, kamu bakal beruntung. Nah kalo akhirnya ternyata akhlak dan imannya lebih buruk dari perkiraanmu, kamu bakal menyesal karena baru mengenal dia yang sebenarnya. Dan sayangnya, waktu penyesalan kamu udah telat, karena kalian dah terlanjur terikat.

Trus juga, kalo pacaran itu akhirnya kamu udah kadung keterusan, mau nggak mau akhirnya kamu pasti sama dia. Nah gimana kalo sebenarnya kamu belum bener-bener sreg dan cocok sama dia? gimana jadinya kalo ternyata setelah lama baru kamu tahu tentang karakter, sifat, watak dan prinsip hidup dia sebenarnya? yang susah adalah kamu sendiri jenk. Ato tarohlah kamu nggak kejadian apa- apa sama pacar kamu itu, tapi kalo ternyata kalian ga jodoh, dan setelah kamu menikah dengan yang lain, sedikit banyak kamu pasti ada rasa mengingat- ingat mantan kamu dulu itu. Dan asli' itu nggak baik buat masa depan rumah tangga kamu kelak. Kalo suami kamu berlaku seperti itu sama kamu, pastinya kamu juga bakal nggak suka kan?

Karena itu, keputusan berat yaitu menjadikan seseorang sebagai suami kita, tempat dimana kita menaruh kepercayaan dan kesetiaan selamanya, nggak bisa cuman sekedar berdasarkan cinta ajah, ataupun lewat pacaran. Kita perlu pertimbangan mateng- mateng, dan mengenal baik buruknya calon pemimpin kita secara utuh. Bukan berarti kita ngarep dia jadi sempurna, tapi paling nggak kita berharap kekurangan dan kelebihan kita masing- masing bisa saling melengkapi.

Girls, emang kadang seseorang itu tiba- tiba aja datang ke hidup kita. nggak ada angin nggak ada hujan, kita suka aja sama dia. kalo ditanya kok bisa suka, kadang susah juga dijelasin. Itu makanya ada peri bahasa "cinta itu buta". Tapi ketika kita mau mengenal seseorang itu lebih jauh, buat merit misalnya, jangan sampe kita terlalu sembrono, alias cuman berdasar cinta. Bener deh, untuk keputusan sebesar ini, kita jangan sampe nggak melibatkan Allah berikut aturannya yang pastinya bakal baik buat kita. Soalnya girls, hanya Allah yang tau tentang masa depan dan masa lalu kita dan calon pasangan kita. Dan hanya Allah lah yang tau, apa dia terbaik buat kita ato nggak. Karena itu, taat sama aturan Allah adalah cara cerdas yang harus kita tempuh, plus juga sholat istikharah biar Allah ngasih petunjuk tentang gimana sih yang terbaik buat kita. 

Dan juga nih, merit emang paling asyik kalo tujuannya cuma buat "beribadah kepada Allah". Jadi cinta yang kita pupuk sama pasangan juga cuman karena Allah. Kalo udah gitu, the real love malah bisa tumbuh dengan sendirinya loh. Lah gimana nggak, lihat istri sholehah, atau suaminya sholeh gitu, gimana nggak tambah sayang euy. Ini beda banget sama cintanya yang di pupuk karena pacaran. Landasannya nggak jelas, dan gampang selesai. Secara lah, selera manusia seringkali berubah, pemirsa. Alias gampang bosen. Trus gimana tuh kalo udah gitu? kita yang ribet sendiri kan?

Cinta karena Allah inilah juga yang akhirnya bisa menengahi, saat konflik suami istri terjadi. Semua bisa selesai karena ego masing- masing nggak ada yang lebih diunggulkan dan dimenangkan, karena  semua dikembalikan ke aturan Allah. Kalo udah gitu, satu sama lain akan mudah legowo menerima kesalahannya, kalo ternyata dia salah.  Nikmat banget kaan? jadi girls, kalo mau merit bukan lewat pacaran, tapi ta'aruf alias kenalan aja deh. Setuju?

(NayMa)



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top