Siti Murida, Gagal Tak Membuatnya Berhenti Ditempat | DiaryHijaber.com

Writer : BA Editor : BL

Siti Murida, Gagal Tak Membuatnya Berhenti Ditempat

382 kali dilihat

Nama                   Siti Murida

Instagram            @murida257

Hobbi                  Traveling

Tinggi/Berat        167/55

 Asal                     Batang, Pekalongan

Part of Hijaber United Semarang

Hijabers, sebenarnya dari keterpaksaan itu bisa menjadi kesukaan itu bisa enggak sih? Mungkin banyak orang tidak bisa menjadi menyukai sesuatu yang terpaksa, tapi berbeda dengan Ida seorang mahasiswi universitas yang sedang menyelesaikan skripsinya untuk dapat sedikit membahagiakan keluarganya. Lantas apa yang dilakukan oleh Ida dari keterpaksaan yang lama-lama jadi asik bahkan bisa menjadi hiburan tersendiri ketika suntuk. Ini serunya “Awalnya sih bisa dibilang dipaksa krn aku anak pertama cm lama2 asik aja sih liat ayam2 kecil apalagi klo lagi suntuk banyak masalah ada hiburan tersendiri aja”.

Peternakan ayam milik ayah Ida yang saat ini Ida kelola dengan proses belajar otodidak pun ia lakukan. Ia melakukan observasi ke tempat lain untuk membantu ternak yg mengalami masalah. Ida akhirnya mulai belajar  management pemasaran yang tak terpikirkan olehnya.

Hijabers, ini merupakan cara Ida untuk mengembangkan peternakan ayam milik ayahnya. “Awalnya sih baru nyoba browsing-browsing cara bikin petrnakan yg bagus sama bibit yg bagus itu kaya apa. Setelah cari-cari info akhirya dapet satu PT yg memang khusus suplier bibit ayam. Nah, bismillah langsung ku bikin dengan modal seadanya dan semuanya kita kerjain sendiri tanpa pegawai. Alhmdulillah ternyata hasil awal enggak bisa dibuat patokan karena banyak ayam yg mati dan kotorannya berbau. Jadi hasilnya pun anjlok dan bisa dibilang minus. Tapi setelah itu aku enggak patah arah," tuturnya.

Tak sampai disitu saja "Bulan kedua aku coba kasih rebusan tanaman kamijoro buat campuran minuman ayam supaya tahan cuaca panas dan semua makananya aku campur sama jagung biar ada tambahan vtamin. Alhmdulillah berjalannya waktu bulan itu udah mulai kliatan  hasil dan itupun kita masih tetep ga dpet jatah karen kita  harus bayar bibit dan makanan dari PT. Tapi setelah aku piker-pikir dengan harga bibit yang selalu naik, tapi harga pasar enggak tentu, akhirya modal nekat kita hutang untuk beli bibit 2x lipat ke PT buat backup kalo tiba-tiba harga pasar turun,” cerita Ida saat itu.

Ternyata Hijabers, pasang surut bisnis yang Ida lakukan kembali berlanjut.Bibit yang dikirim enggak sesuai sama yang kita minta dan mau enggak mau kita tetep terima walaupun sudah bisa ditebak kalo hasilnya akan merugi. Pas panen sempet putus asa, karena modal sudah habis-habisan dan kita bayar hutang buat modal bibit kemren. Jadi akhirya aku vakum buat muter nyari suplier bibit lagi dan alhmdulillah bisa dapet bibit awal tanpa harus bayar dulu.”

Sangat berliku ya Hijabers! Tentunya banyak cara kita untuk meraih apa yang kita inginkan agar sempurna. Tapi halangan ataupun tantangan pastinya banyak menghadang. Ini pesan Ida untuk para Hijabers agar tidak mudah putus asa, “Jadi saat kita ngalamin sebuah masalah yg kita anggap kegagalan dalam mencapai kesuksesan, sebenarnya itu bukan kegagalan melainkan proses menuju kesuksesan ibarat naik tangga walaupun kita capek kita tetep naikin anak tangga itu sampe ketemu ruangan yg kita tuju. Jadi bagi aku enggak ada kata gagal dalam menjalani usaha yg aku jalanin sekarang walaupun sering merugi, semoga ini menjadi pelajaran buat aku pribadi dalam ngelanjutin bisnis ini lagi.”

Gimana Hijabers pengalaman Ida ini? Kalau Hijabers di posisi Ida, apa yang bakal dilakukan? Pastinya tetep semangatlah ya..



RELATED ARTICLE