Masyarakat Papua Menyantap Sagu | DiaryHijaber.com

Writer : Ulfa Arieza Editor : BL

Masyarakat Papua Menyantap Sagu

445 kali dilihat

Bagaimana masyarakat Papua mengolah tepung sagu menjadi makanan pokok mereka? Hijaber ternyata tepung sagu dapat diolah menjadi berbagai kuliner lezat untuk disantap sehari – harinya. Seperti yang kita ketahui, masyarakat daerah Indonesia Timur mengonsumsi sagu sebagai makanan pokok. Sagu berasal dari tepung yang dihasilkan pohon sagu. Proses mengolah pohon sagu hingga menghasilkan tepung sagu tidaklah mudah. Masyarakat mencari pohon sagu hingga pedalaman sungai dan pelosok rawa-rawa guna mendapat pohon sagu yang berkualitas. Kulitas pohon sagu diukur melalui diameter pohon, semakin besar batang pohon sagu, semakin tua pula umur pohon tersebut dan memiliki kualitas sagu terbaik. Setelah mendapat pohon sagu berkualitas, petani sagu akan memotong pohon menjadi beberapa bagian, kemudian memisahkan antara kulit luar dan daging pohon yang akan dijadikan bahan utama. Daging ini kemudian digiling hingga menjadi tepung. Setelah tepung melalui penyaringan dan pengendapan, barulah dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Petani sagu dapat menghasilkan kira – kira 150-300 kilogram tepung sagu dari satu pohon.

Berikut adalah olahan sagu yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Papua:          

Papeda

www.chunpage.net

Olahan sagu yang kerap menjadi makanan pokok masyarakat Papua adalah Papeda atau bubur sagu. Papeda berwarna putih dengan tekstur lengkat menyerupai lem, serta rasanya hambar. Oleh sebab itu, masyarakat Papua menyantap Papeda bersama kuah ikan kuning agar lebih berasa. Cara makan Papeda terbilang unik. Papeda yang kental tersebut diambil menggunakan sumpit atau sendok, kemudian digulung hingga terputus dari mangkuk. Gulungan Papeda dalam sendok lalu diletakkan dalam piring dan diberi lauk pelengkap.

Bagea

santhiserad.com

Sagu juga dapat dibuat menjadi camilan sehat, seperti kue. Kue yang terbuat dari sagu dinamakan Bagea. Teksturnya keras saat pertama kali digigit, namun akan lunak ketika dikunyah. Bagea juga dapat dinikmati dengan dicelupkan ke dalam air dulu sebelum dikunyah.

Martabak Sagu

Membuat martabak sagu berbeda dengan martabak lainnya. Pertama, sagu dihaluskan kemudian digoreng. Sebagai penambah rasa manis, saus gula merah dituangkan diatas sagu yang sedang digoreng. Martabak sagu berasal dari Kabupaten Fakfak, Papua.

Sagu Lempeng

commonc.wikimedia.org

Selain dibubur dan digoreng, sagu juga dapat menjadi makanan enak dengan dibakar. Mulanya sagu diremas –remas kemudian disangrai hingga berwarna kecoklatan. Adonan tersebut diletakkan dalam cetakan yang terbuat dari batu atau tanah liat yang disebut dengan forna lalu dibakar. Bentuknya menyerupai lembaran lempeng, sehingga makanan ini diebut Sagu Lempeng. Masyarakat Papua menyantap Sagu Lempeng sebagai camilan yang disajikan bersama teh atau kopi. Sagu Lempeng yang keras, akan lunak apabila dicelupkan dalam air.



RELATED ARTICLE