SELAMAT HARI HIJABER NASIONAL 07 AGUSTUS 2017! | DiaryHijaber.com

Writer : Nanda Pipit N Editor : Nanda Pipit N

SELAMAT HARI HIJABER NASIONAL 07 AGUSTUS 2017!

166 kali dilihat

Islam adalah agama yang sangat memuliakan wanita. Islam mengatur hak dan kewajiban wanita dengan istimewa. Dalam Islam mereka dimuliakan, dibela dan dihormati. Ketika jaman berlalu, dan manusia menyebut diri mereka modern, nilai-nilai Islam yang utuh tetap berdiri kokoh. Walaupun tidak sedikit penganutnya justru mulai asing dan mencoba melakukan banyak modifikasi. Alhasil, umat Islam banyak yang kemudian merasa asing dengan agamanya sendiri. Semua tidak lepas dari perang pola pikir dan kebiasaan yang banyak dicontohkan entah lewat media massa atau berbagai cara lainnya.

“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing?"  (HR. Muslim no. 145).

Nilai-nilai Islam banyak dinilai kuno dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Sebagai contoh kecil, muslimah dengan hijab syar'i dianggap kuno bahkan kurang mumpuni dalam bekerja. Anggapan tentang repotnya berpakaian, dan susahnya gerak badan dapat mengurangi kecepatan dan kecekatan dalam bekerja. Karena masalah itulah, banyak muslimah justru menanggalkan hijab mereka yang sebenarnya wajib tersebut, demi alasan kepraktisan, keluwesan, dan modernitas. Mereka tidak mengetahui atau mungkin lupa bahwa justru generasi muslimah terbaik dijaman Rasulullah juga mengenakan hijab dengan lebih baik. Namun mereka tidak segan untuk bermain pedang, berlatih memanah dan berkuda serta terjun langsung berperang dengan sangat lincah, demi melindungi Rasulullah. Tidak ada rasa berat, ribet atau mengeluh di diri mereka. Semua karena teguhnya iman di dada mereka. Tidak hanya itu, nilai Islam juga banyak dianggap menghalangi muslimah dalam mengembangkan kemampuannya dalam bekerja dan hidup mandiri. Mereka lupa atau mungkin belum mengetahui sosok Khadijah binti Khuwailid. Beliau adalah seorang saudagar kaya yang berhasil memenangkan hati Rasulullah SAW. Beliau adalah pekerja keras dan wanita mandiri. Namun begitu, kekayaan yang beliau miliki tidak mengurangi ketaatan, rasa hormat dan pengabdian beliau kepada suaminya. Beliau juga gemar bersedekah dari hasil kerja kerasnya sendiri. Bahkan beliau juga selalu membantu dakwah Islam saat itu dengan cara menyumbangkan banyak harta hartanya. MasyaAllah.

Selanjutnya, persepsi yang salah tentang sikap Islam terhadap muslimah lainnya adalah bahwa muslimah tidak perlu terlalu pintar dan menuntut ilmu. Muslimah cukup berada dirumah dan merawat anak-anaknya. Hal ini tentu sangat salah. Bagaimana seorang ibu dapat mengajarkan banyak hal kepada anak-anaknya bila dia sendiri tidak cerdas dan berilmu? Allah telah memberikan contoh lewat Aisyah ra, istri nabi yang menjadi pakar ilmu. Hisyam bin Urwah meriwayatkan hadis dari ayahnya.

Dia mengatakan: “Sungguh aku telah banyak belajar dari ‘Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada ‘Aisyah tentang ayat-ayat Alqur’an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan?”.

Aisyah juga dikenal sebagai perempuan yang banyak menghafalkan hadist-hadist Rasulullah, sehingga beliau mendapat gelar Al-Mukatsirin (orang yang paling banyak meriwayatkan hadist). Ada sebanyak 2.210 hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah. Karena itu, tak heran jika para ahli hadist menempatkan beliau pada posisi kelima penghafal hadist setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.

Beberapa contoh yang telah dikemukakan diatas menjadi bukti bahwa nilai Islam tidak menghalangi aktivitas, keluwesan dan pembuktian jati diri para muslimah. Justru dengan Islam, muslimah akan semakin kuat dalam menemukan jati diri dan identitasnya sebagai wanita. Jikapun Islam memberi batasan, hal itu semata-mata justru untuk memuliakan muslimah itu sendiri.

Tepat satu tahun lalu, 07 Agustus 2016 telah diperingati sebagai hari Hijaber Nasional yang pendeklarasiannya dilakukan oleh Ibu Khofifah Indar Parawansa, sebagai salah satu tokoh inspiratif muslimah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Hari Hijaber Nasional adalah sebuah bentuk apresiasi yang digalakan oleh diaryhijaber.com selaku portal media komunitas bersama dengan komunitas wanita berhijab bernama Hijaber United. Hari Hijaber Nasional ini dimaksudkan untuk mewujudkan kesadaran muslimah di Indonesia untuk memaknai makna berhijab.

Dengan dideklarasikannya Hari Hijaber Nasional ini semoga membangkitkan para Hijaber di Indonesia agar dapat kembali menghidupkan nilai-nilai Islam, serta meluruskan banyaknya persepsi yang salah tentang nilai-nilai Islam itu sendiri. Hari Hijaber Nasional bermaksud mendukung para muslimah untuk menjadi lebih cerdas, aktif dan mandiri serta penuh percaya diri dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bersama Islam yang memuliakan, bersama Islam yang membahagiakan, bersama Islam yang mengistimewakan. Dengan Islam, wanita menjadi aktif, kreatif, cantik, mandiri, dan kuat. Diharapkan Hari Hijaber Nasional kedepannya mampu menjadi sebuah motivasi untuk para hijaber Inonesia agar dapat berkreasi secara positif dengan hijab yang mereka kenakan dan dapat menginspirasi wanita muslimah lainnya untuk berhijab, lalu meluruskan kembali makna berhijab.

 

Selamat Hari Hijaber Nasional 07 Agustus 2017!

Keep Beauty and Wear Your Hijab!



RELATED ARTICLE