Sulitnya Perijinan Bagi UMKM | DiaryHijaber.com

Writer : Intan Kirana Editor : Someone

Sulitnya Perijinan Bagi UMKM

Masih ingatkah Hijabers dengan cerita tentang produk makanan pendamping ASI Bebiluck yang dilarang beredar karena tidak memiliki ijin edar BPOM? Padahal, pemilik dari Bebiluck sendiri mengakui bahwa dia telah berkali-kali mengurus ijin BPOM dari produknya,  tetapi tidak kunjung mendapatkan ijin. Di tengah proses pengurusan ijin, pabrik Bebiluck digrebek dan dianggap berbahaya.

Kesulitan mengurus ijin edar menjadi permasalahan bagi produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Apalagi ada persaingan usaha dari korporat-korporat besar yang sudah terlanjut berdiri. Seperti kasus Bebiluck tadi. Entah mengapa, sering ada hambatan bagi usaha-usaha kecil, baik yang telah menjadi CV maupun belum menjadi CV, untuk mendapatkan ijin.

Padahal, pemerintah sendiri mendukung lahirnya UMKM di Indonesia. Niat itu baik, sayangnya, kurang didukung oleh aparatur-aparatur yang berbelit-belit. Selain itu, agak kurang mudah bagi pelaku UMKM untuk memahami tata cara pengurusan ijin. Kurangnya pengetahuan ini pun juga menjadi hambatan dan membuat usaha-usaha potensial terpaksa mati di tengah jalan. Terkadang, proses perijinan pun seringkali rumit dan membutuhkan biaya. Padahal, belum lagi mereka mendapatkan investor atau pemodalan untuk mendukung bisnis mereka.

Untuk itu, apa sajakah yang harus kita perhatikan bila kita ingin mengurus ijin bagi UMKM kita?

 

  1. Jangan malu bertanya

Jangan pernah malu dan malas untuk bertanya kepada pelaku UMKM lain yang sudah mendapatkan perijinan. Tanyakan dengan detil kepada mereka tentang langkah apa saja yang harus kalian ambil untuk mendapatkan perijinan. Atau kalian bisa langsung menghubungi badan-badan pemerintahan yang terkait perijinan.

 

  1. Rajin browsing di internet

Rajin-rajinlah mencari informasi di internet terkait proses perijinan produk kalian, dan apa saja persyaratan agar produk diijinkan. Jangan pernah lelah untuk terus mengembangkan produk kalian dan membuat produk kalian sesuai dengan persyaratan dan tidak dianggap berbahaya.

 

  1. Mengikuti event-event badan terkait

Badan-badan seperti BEKRAF itu misalnya, sering mengadakan acara, entah seminar ataupun pendaftaran produk, ataupun workshop bagi UMKM. Jangan lupa untuk selalu update informasi terkait acara-acara tersebut, supaya kalian bisa dengan mudah melegalisasi produk kalian. Tetap semangat ya!


Artikel Terkait Lainnya..
Sekolah-Sekolah Bisnis Terbaik Jakarta

RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top