DiaryHijaber
Potensi Bisnis Media Sosial | DiaryHijaber.com

Writer : Intan Kirana Editor : Someone

Potensi Bisnis Media Sosial

Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin banyak pula aplikasi-aplikasi jejaring sosial yang ada di Play Store, maupun di App Store. Tidak hanya dengan konsep bak Facebook, banyak pula yang meniru konsep Tinder, semacam aplikasi pencari jodoh.

Namun meskipun dulu masyarakat begitu menggemari aplikasi sosial, saat ini, kembali membuat bisnis aplikasi sosial yang bertujuan untuk mencari teman atau jodoh, nampaknya sudah sulit untuk bersaing di dunia bisnis. Apa sajakah alasannya?

 

  1. Kalah tenar dengan yang lama

Baik Facebook, Instagram, dan Tinder, ketiganya sudah punya nama di kancah internasional. Membuat aplikasi yang serupa dengan mereka tidak ada gunanya. Mereka sudah punya nama, dan sudah punya banyak pengguna. Facebook dan Instagram apalagi. Keduanya sudah digunakan oleh banyak tokoh-tokoh tenar nasional dan internasional. Kecuali aplikasi sosialmu menawarkan sesuatu selain pertemanan dan jodoh, sebaiknya tidak usah membuat aplikasi sosial serupa.

 

  1. Butuh server yang baik dan besar

Pelanggan di dalam aplikasi sosial akan terus bertambah setiap saat. Anda membutuhkan server yang baik dan tentunya besar untuk dapat menampung segala data dan aktivitas pengguna di aplikasi kamu. Maintenance server yang besar tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit, lho, Hijabers.

 

  1. Sulit meyakinkan investor dan pelanggan

Tujuan masyarakat untuk menggunakan media sosial di jaman sekarang, bukan sekadar karena mereka ingin mencari teman, tetapi karena mereka ingin mencari informasi dari akun-akun berita dan selebriti terkenal, ingin mempromosikan bisnis, dan tentunya ingin tetap berhubungan dengan kawan-kawan yang mereka kenal di dunia nyata. Untuk meyakinkan investor pun, bila tak ada keunikan dari produk aplikasi sosial kita, juga merupakan hal yang sulit. Karena investor pun akan yakin bila produk kita dianggap membawa keuntungan. Dan dari aplikasi sosial, tentunya itu berasal dari banyaknya pengguna.

 

  1. Masyarakat lebih suka berteman dan mencari jodoh di dunia nyata

Saat-saat ketika kita masih suka mencari teman dan jodoh di dunia maya adalah ketika Friendster masih sangat tenar dan hampir semua anak muda menghabiskan aktivitasnya di Friendster. Atau, saat Facebook baru-baru saja diluncurkan. Saat ini memang masih ada orang yang ingin mencari teman atau jodoh di dunia maya. Tapi jumlahnya sudah tidak banyak. Kebanyakan orang bermain media sosial untuk menumpahkan opini,promosi bisnis, dan juga berhubungan dengan teman-teman nyata mereka.

 

  1. Lebih menarik media ketimbang media sosial

Orang Indonesia cenderung lebih menyukai media massa dari Indonesia ketimbang media massa dari luar, karena dianggap lebih update tentang segala kejadian di negara ini. Tapi berbeda dengan media massa, media sosial dari luar, terutama Amerika Serikat, lebih disukai. Mengapa? Mereka menganggap jangkauannya lebih luas dan prestigenya lebih besar. Jadi, sulit bagi media sosial lokal untuk bersaing.


Artikel Terkait Lainnya..

RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top