Kiat Menjadi Pemimpin yang Baik | DiaryHijaber.com

Writer : Intan Kirana Editor : Someone

Kiat Menjadi Pemimpin yang Baik

275 kali dilihat

Hijabers, untuk dapat menjalankan sebuah bisnis, semestinya kita memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Nah, jiwa kepemimpinan ini bukanlah sekadar kemampuan untuk menyuruh-nyuruh orang lain, atau memperkaya diri lewat orang lain. Bahkan, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar lho.

Lalu bagaimanakah cara agar kita bisa menjadi pemimpin yang baik? Yang tidak hanya dihormati, namun juga memberikan ketenangan bagi orang-orang yang kita pimpin? Nah, berikut beberapa kiat untuk menjadi pemimpin yang baik dan amanah, Hijabers.

1. Tidak mengungkit gaji para pegawai kita

Banyak pemimpin yang suka berkata, “Kamu kan dibayar untuk ini itu!”, kepada pegawai yang performa kerjanya tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Hal ini akan menyakitkan hati para pegawai. Mereka akan merasa bahwa pekerjaan mereka tidak dianggap. Untuk itu, bila performa kerja pegawaimu tidak sesuai dengan yang kamu inginkan, ada baiknya tanyakan kepada mereka apa masalah yang mereka hadapi, dan jangan pernah mengungkit gaji

2. Mempersulit pegawai saat akan cuti

Kecuali cuti pegawai sudah habis, sebagai pemimpin yang baik kita tidak boleh melarang pegawai untuk cuti, terlebih apabila mereka cuti untuk mengurus administrasi tertentu, atau saat sakit. Cuti adalah hak bagi para pegawai

3. Berkata-kata kasar terhadap pegawai kita

Hijabers, meskipun pegawai kita berbuat kesalahan, hendaknya kita tidak mengeluarkan kata-kata kasar. Kata-kata yang tidak sopan menunjukkan rendahnya kualitas diri kita. Jadilah pemimpin yang bijak dan sabar, yang bisa menyelesaikan masalah tanpa amarah berlebihan.

 4. Koordinasi yang baik

Berilah arahan dan koordinasi yang jelas kepada pegawai. Jangan karena kita sudah menjadi pemimpin, maka kita menuntut pegawai untuk mengerti yang kita mau, tanpa kita mau menjelaskannya kepada mereka.

 5. Jaga mood

Jangan pernah menggunakan alasan “mood saya lagi buruk nih”, atau “saya lagi PMS”, untuk bisa lebih galak dan lebih menyebalkan di hari-hari tertentu. Saat bekerja, jadilah profesional. Masalah pribadi dan kondisi badan jangan menjadi alasan untuk marah-marah pada orang lain

 6. Memaksa pegawai untuk lembur

Memaksa pegawai untuk lembur, padahal pekerjaan mereka sudah selesai, atau bisa dikerjakan besok, jelas bukan hal yang baik. Setiap pegawai memiliki keluarga, dan mereka punya hak untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat. Janganlah kita membatasi kebahagiaan orang lain

***

Hijabers, bijak dan sabar adalah dua kunci untuk menjadi pemimpin yang baik. Selain itu, hilangkan sifat takabur dan suka merendahkan orang lain, karena sesungguhnya di hadapan Allah, semua manusia sama derajatnya.


Artikel Terkait Lainnya..
Berjualan Di Car Free Day, Mudah Kok!

RELATED ARTICLE