DiaryHijaber
Bagaimanakah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia? | DiaryHijaber.com

Writer : Intan Kirana Editor : Someone

Bagaimanakah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia?

Indonesia sempat mengalami pertumbuhan ekonomi terendah semenjak krisis moneter 1998 pada tahun 2015 lalu. Akibat berbagai kondisi, salah satunya adalah badai El Nino yang mengganggu aktivitas pertanian, pertumbuhan ekonomi rata-rata Indonesia pun hanya sebesar 4,8 % saja. 
 
Untuk tahun 2016 ini, kondisinya sebetulnya cukup membaik. Namun menurut   Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga tahun 2016 ini tidak akan sebaik yang diperkirakan sebelumnya. Diprediksi bahwa secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi akan berkisar pada angka 4,9% sampai dengan 5,3 %. Lebih baik memang daripada tahun 2015. Namun apa sajakah yang membuat perekonomian tahun ini tidak berjalan sebaik perkiraan? Berikut alasan-alasannya:
 
1. Lemahnya ekonomi dan perdagangan dunia
Lemahnya perekonomian dan perdagangan dunia mau tidak mau mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Karena, Indonesia punya kerjasama ekspor impor dengan negara lain, dan lemahnya perekonomian dunia membuat perbaikan ekspor pun jadi terhambat. Padahal ekspor ke negara lain punya peran besar dalam perekonomian Indonesia
 
2. Pemulihan ekonomi global tidak merata
India mengalami peningkatan pendapatan, begitu juga Eropa. Namun lain halnya dengan Amerika Serikat. Kondisi ekonomi Amerika Serikat pada tahun 2016 ini tidak terlalu baik. Investasi di Amerika Serikat masih mengalami kontraksi, konsumsi pun belum meningkat. Lain halnya dengan India di mana konsumsi di negara tersebut tengah meningkat. Padahal, Amerika Serikat punya hubungan ekonomi yang kuat dengan Indonesia.
 
3. Perbaikan investasi swasta
Perbaikan investasi swasta, terutama non bangunan pun juga belum maksimal. Padahal, untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dibutuhkan perbaikan tingkat investasi swasta. Sebetulnya, dibutuhkan iklim usaha yang kondusif serta apabila diperlukan, adanya reformasi kebijakan terkait usaha dan investasi di Indonesia.
 
4. Harga minyak dunia di level rendah
Harga minyak dunia saat ini tengah berada di level rendah, apalagi dengan adanya perselisihan di antara anggota OPEC terkait pengurangan produksi. Pada bulan lalu, OPEC telah menyepakati penurunan produksi minyak menjadi 33,24 juta barel per hari,Namun beberapa negara penghasil minyak, seperti Irak misalnya, menginginkan pembebasan pemotongan produksi tersebut, karena negaranya membutuhkan uang dalam jumlah lebih besar, terkait perang terhadap ISIS.
 
 
 


RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top