Jenis-Jenis Riba, Wah Kita Harus Tau Nih | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Jenis-Jenis Riba, Wah Kita Harus Tau Nih

Assalamualikum Hijabers, banyak orang familiar akan kata riba. Di dalam Agama Islam riba sangat diharamkan, tahukah kamu mengapa? Yuk kita ulas mengenai riba.

Riba secara bahasa bermakna tambahan.  Riba sendiri ada 3 macam yaitu :

1.  Riba Fadl : adalah kelebihan pinjaman yang dibayar dalam segala jenis, berbentuk pembayaran tambahan oleh peminjam kepada kreditur dalam bentuk penukaran barang yang jenisnya sama. Misalnya beras dengan beras, emas dengan emas

2.  Riba Nasiah : tambahan yang dikenakan oleh pemberi pinjaman kepada peminjam yang tidak bisa membayar pinjamannya pada waktu yang ditentukan. Biasanya semakin lama keterlambatan akan semakin besar tambahan yang dikenakan. Misalnya : bunga pinjaman.

3.   Riba Jahiliyah : adalah tambahan yang dikenakan pada transaksi yang sifatnya tabarru’ (non komersial). Misalnya meminjamkan uang untuk menolong namun pada saat menagih meminta tambahan.

Diriwayatkan  oleh Abu Said al-Hudrim bersabda Rasulullah SAW: “Emas harus dibayar dengan emas, perak dibayar dengan perak, gandum dengan gandum, tepung dengan tepung, kurma dengan kurma, garam dengan garam, yang serupa dengan yang serupa secara langsung. Maka barang siapa yang menambahkan dan minta tambah, maka orang tersebut telah melakukan riba – yang mengambil dan yang memberi sama."

 

Riba bukanlah hal yang baru di Arab

Sebelum Islam datang, sistem riba telah umum berlaku di jazirah Arab, dan bahkan keseluruhan tata ekonomi berdasarkan riba.  Jangan biarkan seseorang membayangkan bahwa hal itu perkara sederhana tentang transaksi yang terpisah diantara individu-individu.

Penduduk Quraisy pernah mengadakan hubungan dagang dengan Syria pada musaim panas dan dengan Yaman pada musim dingin. Ibu kota Quraisy mendapat investasi dari perdagangan ini. Ibu kota, aktivitas dagang dan ekonomi, semua didasar pada sistem riba. Singkatnya sebelum datang ajaran Muhammad, aktivitas ekonomi berbagai negeri telah didasarkan ada praktek riba. Seperti di kota Madina, dimana ekonomi telah didominasi oleh orang-orang Yahudi. Sungguh riba merupakan dasar sistem ekonomi Yahudi.

Ini adalah realitas ekonomi, yang mendasari kehidupan suatu kawasan.  Kemudian Islam datang mencela dan menolak sistem yang tidak bijaksana dan kriminal ini, dan menggantikannya dengan dasar yang baru yaitu zakat, pinjaman (good will loan), syirkah dan persetujuan bersama.

Aspek-aspek riba ini menurut Ibnu Taimiyah meliputi : ”pemberian harta kekayaan pada orang lain dengan cara yang tidak adil atau lewat riba dan perjudian”. Aspek-aspek riba dan perjudian pang paling utama dilarang Rasulullah SAW contohnya :

a.     Menjual barang atau tanah yang bukan milik si penjual

b.     Menjual binatang yang masih dalam kandungan

c.      Menjual burung yang diburu dan ikan yang belum ditangkap

d.     Menjual Musarrat, biri-biri betina yang sudah tidak mengeluarkan susu, dan membebankan susunya pada si pembeli.

e.     Menjual barang  yang rusak (cacat) namun disamarkan

f.       Menjual barang, si pembeli hanya boleh menyentuh barang tersebut, tanpa dilihat dan diteliti lebih dulu.

g.      Menjual sepotong pakaian tanpa menampakkannya dengan jelas pada si pembeli.

h.     Menjual barang sembarangan tanpa ditimbang dan diukur.

i.       Menjual lahan pertanian yang belum mengasilkan

j.       Mengatur persetujuan seseorang dengan tawaran harga tinggi. Dilakukan untuk membujuk pembeli dengan harga yang lebih murah (namun harganya tetap tinggi)

k.      Menjual buah-buahan sebelum menampakkan tanda-tanda buah yang masak.


Sungguh Agama Islam mengajarkan kita sesuatu hal yang adil dan sangat bijaksana. Tidak serakah dalam rejeki yang telah kita miliki. Semoga artikel ini bisa menjadi ilmu tambahan untuk para Hijabers semua :).



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top